Hanya Lewat Begitu Saja! Momen Prabowo Cuekin Demo Guru Bikin Netizen Elus Dada: Kok Enggak Mau Dialog?

DEMOCRAZY.ID – Di media sosial beredar video yang memperlihatkan momen Presiden Prabowo Subianto dan rombongannya melintas di tengah unjuk rasa para guru madrasah swasta dan pengendara ojek online (ojol) di kawasan depan Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) sore.

Mulanya para demonstran merasa kaget dengan kedatangan rombongan Prabowo. Presiden dan rombongannya kemudian membelah massa demo.

Sambil berdiri di Maung yang menjadi kendaraan dinasnya, Prabowo tersenyum menyapa para pengunjuk rasa dan melambaikan tangan ke arah mereka.

“Bapak, bapak,” demikian teriakan para demonstran kepada Prabowo.

Namun, rombongan Prabowo tidak berhenti sejenak untuk berdialog atau berkomunikasi langsung dengan para demonstran. Rombongan presiden tetap meneruskan perjalanan.

Warganet mempertanyakan alasan Prabowo tidak berhenti sebentar untuk mendengar tuntutan aksi massa. Mereka penasaran apakah hal itu karena dia sedang sibuk atau karena protokoler tidak mengizinkannya.

“Turun, dengerin, dikira nyambut apa,” kata seorang warganet di Instagram.

“Cuma dadah doang, ga ngajak ngajak dialog,” kata warganet lainnya.

👇👇

Sementara itu, pada hari sama ketika unjuk rasa guru dilakukan, Prabowo mengungkapkan keinginannya agar kesejahteraan guru di tanah air bisa terjamin.

“Saudara-Saudara sekalian, kita ingin guru-guru kita terjamin kesejahteraannya,” kata Prabowo saat berpidato dalam rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Rabu.

“Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dapat diberikan kepada anak-anaknya. Kualitas pendidikan ditentukan oleh guru-guru yang berkualitas, guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generas-generasi penerus bangsa.”

Prabowo menegaskan bahwa kondisi guru harus menjadi prioritas pemerintahannya.

👇👇

Tuntutan para guru

Dalam aksi unjuk rasa para guru madrasah swasta dan ojol, disampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kesejahteraan.

Kedua kelompok itu memadati area depan gerbang utama DPR. Sebagian berada di badan jalan dari arah Jakarta Selatan menuju Slipi, Jakarta Barat.

Polisi disebar di sekitar titik demonstrasi untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kemacetan panjang.

Aksi para guru madrasah berlangsung lebih dulu, yakni dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Adapun para pengendara ojol datang sekitar sejam kemudian.

Kedua kelompok menyampaikan orasi secara bergantian. Guru madrasah swasta menuntut peningkatan kesejahteraan, kesetaraan hak dengan guru madrasah negeri, dan perubahan aturan terntang status aparatur sipil negara.

Sementara itu, pengendara ojol menyoroti perlindungan hukum dan kesejahteraan kerja bagi para mitra pengemudi aplikasi.

Para guru yang berunjuk rasa itu berasal dari sembilan organisasi profesi, di antaranya Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), dan Ikatan Guru Sertifikasi Swasta (IGSS).

Pembina PGSI Muhammad Zen menyebut guru madrasah swasta berkeinginan mendapat afirmasi untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) dengan cara diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Menurut dia, langkah tersebut dapat membuka peluang peningkatan kesejahteraan guru madrasah swasta.

“Kita harus memastikan bahwa undang-undang (UU) yang ada di negeri ini, UU Pendidikan, UU Guru dan Dosen, harus memastikan bahwa guru-guru Indonesia harus sejahtera,” kata Zen dalam orasinya.

Menurut Zen, DPR RI kini sedang membahas amendemen UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) serta UU Guru dan Dosen.

Guru madrasah swasta meminta amendemen itu bisa memastikan kesejahteraan mereka.

Dengan tegas Zen menyebut sumbangsih guru madrasah swasta sangat besar dalam mencerdaskan anak bangsa hingga ke pelosok daerah.

Namun, banyak guru madrasah masih mendapat gaji di bawah upah minimum daerah dan perlu diperhatikan.

“Kehadiran yayasan-yayasan swasta, kehadiran guru-guru madrasah swasta, yang paling banyak memberikan kontribusi kepada bangsa ini karena mendidik putra-putri kita dari keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya