Gula-Gula Baru Rezim Istana! Obral HP Gratis Hashim Dinilai Cuma ‘Pencitraan Murah’ Tutupi Krisis Ekonomi

DEMOCRAZY.ID – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebut pemerintah bakal memberi handphone (HP) gratis kepada tiap warga.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Prasasti Policy Forum 2026.

Berlangsung di Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

“Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital,” kata Hashim, dikutip Rabu (14/10/2026).

Adik Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan, rencana itu baian dari program rekening gratis dari pemerintah.

HP yang dibagikan kelak akan otomatis membuat rekening gratis.

Lengkap dengan saldo awal Rp50 ribu.

“Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing,” ujarnya.

Hashim mengatakan ada dua bank plat meraj yang telah ditunjuk pemerintah untuk program tersebut.

Yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dia mengatakan, program itu digalakkan karena 30 persen penduduk Indonesia belum terjangkau layanan perbankan.

Program tersebut, diharap bisa memfasilitasi wargaa yang selama ini tak punya akses ke perbankan.

“Menurut Bank Dunia, dan saya kira pemerintah juga sependapat, 30% penduduk kita belum memiliki rekening bank. Mereka berada di luar sektor perbankan,” terang Hashim.

Nantinya, rekening digital itu akan digunakan untuk menerima bantuan langsung tunai.

“Terkait penyaluran bantuan tunai-mengingat Indonesia memiliki program bantuan tunai dan program sosial di mana pemerintah selama bertahun-tahun telah memberikan dana tunai kepada keluarga kurang mampu-seluruh bantuan tersebut tidak lagi akan disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik,” paparnya.

Dia mengatakan bantuan langsung dikirimkan pemerintah ke penerima manfaat.

“Dana akan dikirimkan langsung oleh Pak Yuda (Wamenkeu) dan Kementerian Keuangan ke ponsel masing-masing penerima,” sambung Hashim.

Siapkan Anggaran Rp11 Triliun

Pemerintah sebelumnya menyebut telah menyiapkan anggaran Rp11 triliun untuk pembukaan rekening massal bagi masyarakat.

Baca Juga:Demi Atasi Stunting, MBG Malah Bikin Keracunan, Hashim Djojohadikusumo: Itu WajarHal tersebut dikonfirmasi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Program tersebut menyasar 200 juta masyarakat dengan masing-masing rekening mendapatkan dana pembukaan sebesar Rp50 ribu.

Anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Atau uang dari rakyat.

“Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 T (triliun) lah,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Namun demikian, Airlangga belum bisa memastikan anggaran tersebut akan sepenuhnya berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026 atau dari APBN 2027.

Dia juga menyampaikan anggaran dan skema pembukaan rekening masih dalam pembahasan bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK,” terangnya.

Rencana pembukaan rekening, kata Airlangga, akan dilakukan secara bertahap.

Diharapkan kebijakan ini dapat dimulai sebelum akhir 2026.

Hal ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Airlangga mengatakan pendekatan yang kini dipertimbangkan adalah sinkronisasi dengan data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Airlangga mengatakan saat ini pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat.

Artikel terkait lainnya