DEMOCRAZY.ID – Komika Pandji Pragiwaksono melontarkan kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan pakar saking pintarnya menjadi goblok.
Prabowo setelah melontarkan hal itu, memanggil sekitar 22 akademisi.
Kemudian, menyatakan tak mungkin, tidak mendengar pakar.
Pandji mengatakan Prabowo Subianto memiliki karakter apa adanya, senang memaki, berani berdialog, tidak suka disindir, hingga emosional.
Dia menyebut Prabowo saat dikritik, juga tak jarang melabeli memakai kata makian, ‘Ndasmu’.
“Pak Prabowo memang tidak mendengar pakar. Lebih tepatnya, tidak mendengar pakar yang tak sejalan dengan kemauannya,” katanya, dikutip dari YouTube pribadinya, Jumat (2/10).
Pandji mengatakan banyak bukti Prabowo Subianto tidak mengenarkan pakar, salah satunya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jika Prabowo mendengarkan pakar, program itu tidak akan dibuat langsung besar dan banyak, yang menyebabkan berantakan.
“Pak Prabowo perah menyebut orang desa tidak merasakan manfaat dolar. Kalau mendengarkan pakar, penyataan itu tidak mungkin keluar,” ujarnya.
Pandji menduga Prabowo Subianto merupakan orang yang tidak mau mendengar orang yang mendebat apa yang diinginkannya.
Dia menilai Prabowo akan melabeli pakar itu sangat bodoh, jika keinginnya diperdebatkan atau dikritisi.
“Kalau pakar mendebat dan mengkritisi, Pak Prabowo mengatakan pakar ini saking pintarnya, goblok,” ucapnya.