Bongkar Konspirasi Besar! Rizal Fadillah: 4 Petinggi Negara Tahu Ijazah Jokowi Palsu, Termasuk Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Rizal Fadillah kembali memberikan pernyataan menggemparkan publik. Ia menyebut empat petinggi negara mengetahui bahwa ijazah Jokowi diduga palsu.

Masing-masing di antara keempatnya Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Ia menegaskan bahwa jika keempat petinggi tersebut berbicara jujur, maka persoalan ijazah Jokowi akan segera terungkap.

“Jika empat orang besar ini bicara maka bereslah urusan ijazah bengek Joko Widodo. Rakyat akan gembira dan bahagia,” ujar Rizal, Minggu (19/7/2026).

Prabowo Disebut Tahu dari Mantan Perwira BIN

Rizal mengungkapkan bahwa nama Prabowo muncul setelah mantan perwira BIN Kolonel (Purn) Sri Rajasa Chandra dalam salah satu pertemuan dengan sejumlah purnawirawan jenderal menanyakan langsung kepada Mensesneg Prasetyo Hadi tentang apakah Presiden Prabowo tahu bahwa ijazah Jokowi palsu.

“Dijawab olehnya, iya tahu. Karena tidak berbuat apa-apa maka Presiden melakukan Obstruction of Justice atau Crime by Omission,” ucapnya.

M Rizal juga menyebut Pratikno sebagai tokoh kunci dalam kasus ini.

Ia mengklaim bahwa Pratikno menjadi Tim Sukses Jokowi sejak yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

Mantan Dekan Fisip UGM dan Rektor UGM ini disebut sebagai penasehat sekaligus diduga aktor intelektual dari pemalsuan ijazah dan dokumen lain UGM.

“Pratikno mendampingi Jokowi sebagai Mensesneg sepanjang Jokowi menjadi Presiden. Dititipkan sebagai Menko PMK di rezim Prabowo,” tukasnya.

Prasetyo Hadi: Politisi Muda yang Tahu Fakta

Sementara itu, Prasetyo Hadi yang menggantikan Pratikno sebagai Mensesneg disebut sebagai politisi muda alumni SMA Taruna Nusantara dan Fakultas Kehutanan UGM.

Rizal mengklaim bahwa Prasetyo dipercaya Prabowo menjadi Mensesneg dan meyakinkan bahwa Prabowo tahu ijazah Fakultas Kehutanan UGM Jokowi itu palsu.

“Prasetyo turut hadir di Paris saat merayakan Ultah Seskab Teddy Indra Wijaya,” tambahnya.

Ia juga menyinggung peran Juri Ardiantoro yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPUD DKI pada saat Jokowi mendaftar sebagai calon gubernur DKI tahun 2012.

Rizal menyebut bahwa di sinilah ijazah dan dokumen lain Jokowi diduga dipalsukan di Pasar Pramuka.

“Melibatkan ‘Tim Solo’ Anggit, David, Isnaeni, dan Eko Sulistyo. Juri menggantikan Husni Malik sebagai Ketua KPU Pusat yang meninggal secara misterius,” imbuhnya.

Juri yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara disebut dilantik Prabowo pada tahun 2024.

Lebih jauh, Rizal meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mulai mengusut kasus ini.

“Monggo pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulailah bekerja untuk mengusut. Ada perkara besar di depan mata. Selembar kertas beracun yang telah merusak bangsa dan negara,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya