Bongkar Identitas! Alumni UNJ Buka Suara Soal Ahmad Ghazy, Ternyata Statusnya Sudah Lulus dari UNJ Sejak Dua Tahun Lalu

DEMOCRAZY.ID – Sejumlah mahasiswa yang mengklaim tergabung sebagai BEM Fakultas Bersatu menggelar konferensi pers terkait sikap atas aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar beberapa waktu ke belakang.

Ada sosok Ahmad Ghazy yang mengaku Ketua BEM Fakultas Psikolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kini jadi sorotan.

Ahmad Ghazy muncul dalam konferensi pers kelompok yang menamai dirinya Aliansi BEM Bersatu.

Kelompok tersebut menggelar konferensi pers pada Selasa (16/6/2026) untuk menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada video klarifikasi itu, para anggota aliansi BEM Bersatu, tampak berkumpul mengenakan almamater.

Ahmad Ghazy yang mengaku sebagai Ketua BEM Psikologi UNJ juga ternyata sudah lulus pada tahun 2023/2024.

Ia tercatat masuk UNJ pada 1 September 2020.

Ada pengakuan alumni UNJ, M Gofahrul Ikhsan yang menyebut bahwa Ghazy sudah lulus dan tidak mewakili mahasiswa.

“atas nama ahmad ghazy ga ngewakilin BEM Psikologi UNJ, dia alumni akt 2020 yg udah lulus!,” tulis Gofahrul di postingan Instagram @lambe_turah.

Melalui akun Instagramnya, Gofahrul juga membuat postingan soal Ghazy.

Menurut sia, selama kuliah Ghazy tidak pernah masuk BEM.

“Ga kasian sama adek2 lu yg pernah turun ke jalan panas2an, yg pernah dikejar2 aparat, yg udah bikin banyak kajian+kritik2 keras?,” tulis Gofahrul sambil menandai akun Ghazy.

Ia juga menyayangkan sikap Ghazy yang mencatut nama BEM demi kepentingan pribadi.

“Ga pernah masuk BEM, tiba2 ngewakilin BEM atas kepentingan perut pribadi. Cara maen lu jelek,” tulisnya.

Dirinya juga melingkari wajah Ghazy yang ada dalam konferensi pers itu.

👇👇

Diketahui, dalam video klarifikasi itu, para anggota aliansi BEM Bersatu, tampak berkumpul mengenakan almamater.

Ada satu pria memakai almamater hijau duduk di sebuah bangku.

Sementara 13 lainnya berdiri di sisi kanan, kiri dan belakangnya.

Ada 10 nama yang mewakili aliansi BEM Bersatu dalam konferensi pers itu, mereka adalah :

  • Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
  • Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
  • Ardin Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
  • Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
  • Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
  • Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
  • Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
  • Dicky (BEM F.IPS Unindra)
  • Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
  • Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI).

Terkini tiga BEM dari tiga kampus berbeda telah membantah pihaknya tergabung dalam aliansi mahasiswa tersebut.

Selengkapnya berikut isi bantahan dari tiga BEM yang dimaksud.

Bantahan BEM FTI UBSI

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, BEM FTI UBSI membantah terlibat dalam konferensi pers yang digelar oleh BEM Fakultas Bersatu pada Selasa malam.

Mereka menegaskan tidak pernah mengirimkan perwakilan atau memberikan mandat kepada siapapun untuk mewakili organisasi.

“Sehubungan dengan pemberitaan yang mencantumkan nama BEM FTI UBSI dalam konferensi pers terkait dugaan keterkaitan Letjen (Purn) Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto, kami menyampaikan bahwa BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tersebut.”

“BEM FTI UBSI tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Selain itu, BEM FTI UBSI juga membantah adanya pengurus, anggota, ataupun ketua bernama Ahmad yang diklaim hadir dalam konferensi pers tersebut.

BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama ‘Ahmad’ sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan terkait,” jelasnya.

Bantahan BEM FPsi UNJ

BEM FPsi UNJ pun turut membantah terlibat dalam konferensi pers yang digelar kemarin malam.

Senada dengan BEM FTI UBSI, BEM FPsi UNJ turut membantah mengirimkan perwakilan untuk hadir dalam konferensi pers tersebut.

“BEM FPsi UNJ tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama “BEM FPsi UNJ”,” ujarnya dikutip dari akun Instagram resmi BEM FPsi UNJ.

Namun, BEM FPsi UNJ mengakui adanya sivitas akademika yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dia bernama Ahmad Ghazy.

Kendati demikian, pihak dari organisasi kemahasiswaan tersebut menyebut yang bersangkutan telah berstatus sebagai alumni angkatan 2020.

“Individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan alumni FPsi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota/kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026, sehingga tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut,” katanya.

BEM FPsi UNJ mendesak agar Ghazy menyampaikan permohonan maaf buntut mencatut nama organisasi untuk hadir dalam konferensi pers tersebut.

“Kami sangat menyayangkan adanya pelanggaran etik tersebut dan atas tindakan tersebut, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada BEM FPsi UNJ atas ketidaknyamanan serta dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Bantahan BEM Institut STIAMI

Sementara, BEM Institut STIAMI dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa di lingkungan kampus tidak ada lembaga bernama BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi.

Sebagai informasi, dalam daftar orang-orang yang hadir dalam konferensi pers tadi malam, ada seseorang bernama Rezky Anandar dan mengaku anggota dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

“Perlu kami tegaskan bahwa di lingkungan Institut STIAMI tidak terdapat lembaga yang bernama BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.”

“Struktur kelembagaan kemahasiswaan yang berlaku mengacu pada ketentuan organisasi yang sah dan telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku di kampus,” katanya dikutip dari akun Instagram resminya.

Pihak BEM juga membantah memberikan mandat atau mengirimkan perwakilan untuk hadir dalam konferensi pers tersebut.

Sehingga, segala pernyataan yang disampaikan oleh Rezky dalam pertemuan itu merupakan tanggung jawab pribadi.

“Oleh karena itu, segala bentuk pernyataan, sikap, pandangan, maupun klaim yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi BEM KM STIAMI,” katanya.

Dalam pernyataan penutup, BEM Institut STIAMI juga menegaskan tidak pernah tergabung dalam aliansi kemahasiswaan “BEM Fakultas Bersatu” atau perkumpulan lainnya yang belum ada keputusan resmi dari organisasi.

“Kami juga menegaskan bahwa BEM KM STIAMI tidak pernah tergabung dalam aliansi yang mengatasnamakan “BEM Bersatu” maupun bentuk aliansi lainnya tanpa dasar koordinasi dan keputusan resmi organisasi,” pungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya