Anies Apresiasi Somasi Dosen UGM Terhadap Ancaman Menteri PU: Langkah Balik Yang Tepat!

DEMOCRAZY.ID – Politisi Anies Baswedan memuji respons Dosen Fakultas Hukum Univeritas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati yang melayangkan somasi kepada pihak yang mengancamnya. Anies menilai sebagai langkah tepat.

Nabiyla diketahui melakukan somasi terhadap nomor tidak dikenal yang mengancamnya.

Nomor itu sebelumnya memintanya menghapus unggahan di X berkaitan dengan kritiknya terhadap Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

“Sebuah langkah balik yang tepat,” kata Anies dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, apa yang dilakukan Nabiyla bisa jadi contoh.

Bahwa setiap upaya penyimpangan demokrasi tak bisa dibiarkan.

“Contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal,” terangnya.

Dia mengaku hormat terhadap Nabiyla.

“Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat untuk bu dosen!” pungkasnya.

👇👇

Kronologis Ancaman

Nabiyla mulanya mengomentari sebuah unggahan di X yang menginformasikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian PU dimutasi. Setelah 27 tahun 3 bulan mengabsi.

Nabiyla meresponsnya dengan mengusulkan pejabat yang melakukan mutasi dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dia juga menyebut pejabat tersebut zalim, meski tak menyebut nama gamblang.

“PTUN-in aja sih pejabat dzalik kayak gini. Greget banget gweh,” tulis Nabiyla melalui akun X pribadinya @nabiylarisfa, dikutip Jumat (17/7/2026).

Setelah melakukan kritik, Nabiyla mendapat pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal.

Mempersoalkan cuitan Nabila dan meminta segera menghapus.

“Mohon kerjasamanya untuk menghapus postingan sodari. Nabiyla Risfa Izzati di platform X,” tulis nomor tidak dikenal tersebut, melampirkan link cuitannya.

Cuitan Nabiyla dianggap bisa menimbulkan kegaduhan. Jika tidak dihapus, dia diancam dilapor ke phak berwajib.

“… karena postingan tesebut menimbulkan kegaduhan, sebelum pihak kami menaikkan laporan ke pihak berwajib karena telah melanggar beberapa pasal,” tulisnya.

Bahkan, kata Nabiyla, pesan nomor tidak dikenal itu tak berhenti hanya mengancam.

Dia menceritakan, data pribadinya juga diungkap. Mulai dari alamat, NIK, data keluarga, hingga lokasi terakhir gawai.

“Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya,” tulis Nabila.

Di unggahan lain, Nabiyla melampirkan surat somasinya terhadap pengancam.

Somasi yang dilayangkan Nabiyla tertuang dalam surat bernomor 022/IBLM/LIT/RDP/VII/2026 dengan kop IBLM Law Group. Tertanggal 17 Juli 2026.

“Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait,” tulis Nabiyla.

👇👇

 

Lihat di Threads

 

 

Lihat di Threads

 

Menteri PU Mutasi Besar-besaran

Menteri PU sebelumnya melakukan mutasi besar-besaran di instansi yang dipimpinnya. Kebijakan itu dikaitkan dengan dokumen surat dinas yang sebelumnya bocor.

Surat dinas dimaksud, menyertakan anak dan istri Menteri PU berangkat ke Amerika Serikat untuk melakukan kunjungan kerja.

Meski begitu, Dody membantah tudingan mutasi tersebut berkaitan dengan surat dinas yang bocor.

“Enggak ada,” kata Dody kepada jurnalis di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, mutasi hal biasa. Apalagi, pegawainya puluhan ribu.

“Mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi,” terangnya.

Artikel terkait lainnya