Kata Gibranisti: Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Harusnya Sudah Ditangkap Sejak Dulu!

DEMOCRAZY.ID – Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memantik perdebatan publik di tengah bergulirnya persidangan yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai terdakwa.

Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, pun ikut angkat bicara dengan mempertanyakan logika di balik tudingan ijazah palsu yang terus dihembuskan.

Menurut Taufik, jika tuduhan tersebut benar, persoalan itu semestinya sudah terungkap jauh sebelum Jokowi menjadi presiden, bahkan sejak awal meniti karier politik sebagai calon Wali Kota Solo.

“Kalau memang beliau ini benar-benar pemalsu ijazah, sesungguhnya seharusnya beliau sudah ditangkap sejak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo,” kata Taufik.

Ia mengingatkan bahwa saat Pilkada Solo berlangsung, Jokowi berhadapan dengan lawan politik yang berasal dari lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Apalagi waktu menjadi Wali Kota Solo, beliau berhadapan dengan lawan tandingnya yang juga merupakan dosen dari UGM,” ujarnya.

Menurut Taufik, apabila benar terdapat persoalan mengenai status akademik Jokowi, maka pihak-pihak yang memiliki akses terhadap informasi di UGM sudah semestinya mengungkapnya sejak saat itu.

“Kalau kemudian dosen di UGM itu mendapatkan data dan fakta dari UGM bahwa beliau bukanlah alumni dari situ, maka seharusnya Pak Jokowi sudah diberangus sejak awal,” ucap dia.

Taufik juga menilai tidak masuk akal jika ada anggapan Jokowi sudah memiliki pengaruh besar untuk mengendalikan berbagai institusi ketika baru mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

“Memangnya siapa seorang Jokowi waktu masih jadi calon Wali Kota Solo? Memangnya dia sudah jadi presiden yang menguasai KPU dan juga UGM? Tentu tidak,” sambungnya.

Olehnya itu, Taufik berpandangan polemik mengenai ijazah Jokowi terus bergulir karena sebagian pihak sudah terlanjur mengambil posisi untuk menyerang mantan kepala negara tersebut.

“Tapi begitulah, guys. Karena mereka ini sudah nyemplung. Mereka sudah tidak tahu mau menggunakan segala cara apa pun dalam rangka menjatuhkan Pak Jokowi,” katanya.

Artikel terkait lainnya