DEMOCRAZY.ID – Momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membungkuk untuk mengambil dan merapikan map dokumen di Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadi perbincangan di media sosial.
Gestur Jokowi itu menuai beragam reaksi, mulai dari simpati dan pujian hingga sindiran dari sejumlah netizen.
Momen itu terjadi saat Jokowi hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan fitnah terkait ijazahnya pada Kamis (5/11/2026).
Kamera merekam Jokowi membungkuk untuk mengambil berkas yang berada di lantai sebelum merapikannya.
Foto tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Sejumlah pengguna mengaku tersentuh melihat sikap Jokowi ketika menjalani proses persidangan.
Foto viral itu juga mendapat respons dari ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah.
Melalui akun Threads miliknya, Syarif menyampaikan permohonan maaf karena merasa kurang sigap membantu Jokowi ketika berkas-berkas tersebut berada di lantai.
“Mohon maaf Bapak, atas kelalaian saya yang kurang sigap membantu Bapak mengambil dan membereskan berkas-berkas di lantai dikarenakan aturan di dalam jalannya persidangan,” tulis Syarif melalui akun @syrfxvii.
Ia mengakui bahwa mendampingi Jokowi merupakan tanggung jawabnya.
Syarif juga menyebut seharusnya dirinya lebih peka dan tanggap dalam membantu mantan Presiden tersebut.
“Sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab saya untuk lebih peka dan tanggap saat mendampingi Bapak,” lanjutnya.
Baca JugaView on Threads
Di tengah ramainya unggahan tersebut, tanggapan netizen ternyata tidak sepenuhnya positif.
Sejumlah pengguna media sosial justru melontarkan sindiran terhadap respons emosional sebagian warganet yang mengaku terharu melihat foto Jokowi.
“Drama andalan,” tulis salah satu pengguna Threads yang menanggapi unggahan ajudan Jokowi.
Komentar kritis lainnya turut mengaitkan respons publik terhadap foto tersebut dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kalo elo nangisin Jokowi tapi ga nangisin korban karhutla, janggal sih,” tulis pengguna lainnya.