Misteri Kemunculan Banner ‘Oligarki Bajingan’ di BSD Terungkap, Juru Parkir Lapangan Beberkan Kesaksian Tak Terduga!

Signature: mWTEOpersDuLwwQS2D9cUNAp/XDkrH2sBMI0K6+ciWdUZeqhezRGL0Qul83D3mkaRV7ez359wv4XQBacG4zTDmq4G9mzlmuqlyqN4sGnDbgVIN8jKOT+GDh4tmiAhG+M1wgLup5hZiWlBjx01oGVjgsVRiTUW2jTLw9uj1WnDHaIyPkSDJfZwtayivaOQL8CsnQBwTc/LoJkmQ87WHeSmV5oUTQ4LXo1yHPhsFlwmwXC6zEc8RLZ5idD5s6DabeHw+7M/tkViJiAWEJgA0Dbyqazhi/UHa1ejFigPDnwPI7PWnLz0oumMH7/02vZWWEMOOLS5aaYq9aVIOMfFxUmfo9vr8IoD8sozmy7vwwdyf67e1uSY35SNpJp+GVXJe/BhtGs6zRRTiH3LX4eCnS9xRLEdTmzvgWsPbXSbNMEuMI4nFyykh/zxQnsWYyQBXKnNQ9SvEPZI0Ugz2SJhmn41BSCiWoTsE2GhAI2Uy15OgOxhLu0Y2gt7huliM1KFvW2aB6N4qCOpob7VVWkpBzSB+y+JzcS6NfLiAY1tqiSVkaD/M9wfC+Hi5irOXYoIS2w49AFM0Gd/dDducHNoZcWlRJdQ7cWQgwJe9Kpyfwnd2FOXI/6v6ltzMLghk5KkDaim2ZjoiseObWFvcfY9+DUxnsrIpOkUzZYcVzoMov7tRJtfOQpiMxF8t6Wds4qoi9jNWbo3CM8L+w7blEO/yEZT/KxmK/wNfh+FeEwAipJe15SetNuMxitKwcsCcC8U4DziXWCyBny9rAcP4bxxImblKDa57jwuMFWoM0sqCsVaH7btXu+77QtMUi0MCNszsXwkCb0UhhaU7nI+/CT6qq6KMQmvvrnJ1DjQFfs2stzPEPT0b56q/awK6LyUsidZw/oM65alaoU3dJXMp9L/3sNxXX3Zwbe/nu7hP6pNmRsWeNkklUMUqxxRNH/puCZM6fbmRoXKptBrm/7SDQD21vS8acHotGBQ/6kfJuoLsghzcU=

DEMOCRAZY.ID – Sebuah banner yang bertuliskan kalimat protes terhadap pemerintah terbentang di papan reklame di pinggir Jalan Raya Viktor BSD, Tangerang Selatan, Banten pada Minggu, (1/11/2026).

Banner berukuran besar itu bertuliskan, Oligarki bajingan, bangsat go to hell bikin rakyat miskin. Cinta Indonesia.

Menurut juru parkir sekitar yang enggan disebutkan namanya, banner itu telah dipasang sejak Sabtu (31/10/2026) malam.

Dia bercerita, sebelumnya papan reklame itu kerap digunakan salah satu partai politik untuk memampangkan program atau tokoh mereka.

“Dipasang kalau enggak salah sekitar jam 9 malam. Saya enggak ada waktu pemasangan,” kata dia pada Minggu, (1/11/2026).

Dia menduga pemasangan itu dilakukan oleh tim salah politisi partai politik.

Sebab, menurut informasi yang dia peroleh, papan reklame itu memang milik politisi tersebut dan jarang digunakan untuk kepentingan iklan komersil.

Selain itu, lokasi papan reklame tersebut juga berdekatan dengan salah satu ruko yang pernah digunakan sebagai kantor partai politik.

Kini ruko itu digunakan sebagai tempat cukur.

“Sebelumnya (papan reklame) gambarnya partai. Jarang ada gambar iklan,” tambah dia.

Kata dia, sejauh ini belum ada Satpol-PP yang hendak menurunkan banner tersebut.

Beberapa anak muda juga kerap berdatangan untuk mengambil gambar.

“Enggak ada (Satpol-PP yang nurunin). Anak muda juga pada dateng, pada foto-foto,” ungkap dia.

Kendati demikian, belum dapat dipastikan partai politik atau politisi mana yang diduga memasang banner tersebut.

Artikel terkait lainnya