DEMOCRAZY.ID – Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menyoroti respons Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait perkara proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 silam.
Erizal mengatakan respons Jokowi selalu berubah-ubah soal ijazah SMA/SLTA milik Gibran yang menjadi salah satu syarat utama pendaftaran di Pilpres lalu.
Sadar atau tidak Jokowi menunjukan sikap yang tak konsisten baik saat perkara itu bergulir atau setelah Mahkamah Konstitusi memutus Gibran terbukti tak punya ijazah SMA.
“Respons Jokowi pada awal proses persidangan di MK dengan setelah putusan MK, berbeda sama sekali,” kata, Erizal, dilansir Jumat (9/10/2026).
Saat ijazah Gibran baru disayembarakan oleh Denny Indrayana di media sosial pada Agustus 2026 lalu, Jokowi sangat lancar menjelaskan kronologi pendidikan Gibran di Indonesia, Singapura, Australia, dan balik lagi ke Singapura.
Penjelasan yang sama terus diutarakan ke media ketika masalah ini resmi diperkarakan di MK.
Namun narasinya mendadak berubah setelah MK menyatakan Gibran terbukti tak punya ijazah SMA.
Pasca putusan itu Jokowi lebih sering berbicara pendidikan putranya itu di luar negeri
“Sementara respons Jokowi setelah putusan MK lebih banyak tentang pendidikan di luar negeri yang berbeda sama sekali dengan Indonesia,” kata Erizal.
Beruntung penjelasan itu selaras dengan pernyataan Gibran yang juga memakai narasi yang sama yang bikin mereka tampak kompak.
“Kalau berbeda, kan kacau juga? Respons Gibran bahwa tak mungkin dia tak lulus SMA, sementara dia kuliah S1 di Singapura, juga dipakai oleh Jokowi,” kata Erizal.
Selanjutnya, sambung Erizal, komentar Jokowi agak mirip dengan penjelasan konsultan Pendidikan Ina Liem soal sistem pathway yang dijalankan Gibran.
“Sepertinya Ina Liem lebih paham pendidikan yang dijalankan Gibran daripada Jokowi, sejak awal,” kata Erizal.
Sebetulnya, kalau ditarik lebih jauh lagi respons Jokowi terkait pendidikan Gibran yang dipersoalkan banyak orang, maka akan berbeda lagi.
Jokowi dulu mengatakan dia sendiri yang mengantarkan dan memilihkan sekolah terbaik untuk Gibran.
“Tapi entah kenapa satu persoalan yang sama, yakni pendidikan Gibran, respons Jokowi bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu? Aneh juga kan?” kata Erizal.
Harusnya penjelasan tentang pendidikan Gibran itu satu saja untuk selamanya dan jelas.
“Tidak pula berbeda-beda dari waktu ke Waktu,” pungkas Erizal.