Prabowo Klaim Pemerintahannya Tidak Gagal, Herwin Sudikta: Sama Sekali Tidak Peka, Puluhan Ribu Korban MBG Dianggap Keberhasilan!

DEMOCRAZY.ID – Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, semakin yakin Presiden Prabowo Subianto tidak betul-betul peduli dengan rakyatnya.

Alasannya, di tengah banyaknya korban keracunan MBG, Prabowo justru menegaskan pemerintahannya tidak gagal dan justru telah mencapai keberhasilan.

Pernyataan tersebut membuat Herwin semakin mempertanyakan cara pemerintah memaknai keberhasilan.

Herwin Sebut Pernyataan Pemerintah ‘Totally Tonedeaf’

Dikatakan Herwin, pernyataan mengenai keberhasilan pemerintah tidak sejalan dengan sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan.

“Totally tonedeaf (Sama sekali tidak peka terhadap situasi),” ujar Herwin, Jumat (18/9/2026).

Ia menyinggung jumlah korban keracunan MBG yang mencapai puluhan ribu, dan mempertanyakan bagaimana kondisi tersebut masih dapat ditempatkan dalam narasi keberhasilan pemerintah.

“Puluhan ribu korban MBG masih dianggap bagian dari keberhasilan pemerintahannya,” tukasnya.

Tidak berhenti pada persoalan MBG, Herwin juga menyinggung penggunaan anggaran negara dalam berbagai proyek.

“Ratusan triliun terbuang percuma dari segala proyek koruptifnya juga dianggap keberhasilan pemerintahannya,” tandasnya.

Sebelumnya, pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kinerja pemerintah kembali viral di tengah derasnya kritik terhadap pemerintahannya.

Saat berhadapan dengan sejumlah petinggi media di kediamannya di Hambalang, Prabowo secara tegas membantah narasi yang menyebut pemerintahannya gagal.

Prabowo bahkan menyebut ada kelompok tertentu yang berupaya membentuk opini bahwa pemerintah tidak berhasil menjalankan program-programnya.

“Jadi ini ada kelompok yang mau pengaruhi bahwa kita gagal, kita ini. Kita tidak gagal, kita berhasil,” ujar Prabowo, Kamis (17/9/2026).

Prabowo Pertanyakan Dasar Pemerintah Disebut Gagal

Blak-blakan, Prabowo kemudian mempertanyakan alasan pemerintah dinilai gagal.

Ia menyinggung sejumlah program yang menjadi prioritas pemerintah, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Salahnya apa, saya mau tanya. MBG, Koperasi Merah Putih. Salahnya apa kalau saya menghemat ratusan triliun, saya bisa perbaiki sekolah,” lanjut Prabowo.

Menurut Prabowo, kebijakan pemerintah juga diarahkan untuk memperkuat sejumlah sektor yang dianggap penting bagi kepentingan nasional.

“Salahnya apa kalau saya besarkan kekuatan pertahanan supaya kita nggak diganggu,” tukasnya.

Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah dalam menertibkan aktivitas pertambangan ilegal.

“Salahnya apa kalau saya tutup ribuan tambang ilegal. Anda kira rakyat mau kekayaan diambil terus? Enggak,” ucap dia.

Prabowo Kembali Tegaskan Pemerintah Berhasil

Prabowo kemudian kembali mengulang pernyataannya mengenai narasi kegagalan pemerintah.

Ia menyebut pihak-pihak tertentu berupaya memengaruhi pandangan masyarakat mengenai kinerja pemerintah.

“Ya makanya, jadi ini ada kelompok yang mau pengaruhi bahwa kita gagal, kita ini. Kita tidak gagal, kita berhasil,” kata Prabowo.

Hal tersebut sejalan dengan sejumlah pernyataan Prabowo dalam berbagai kesempatan yang kerap menekankan capaian program pemerintah sekaligus merespons kritik terhadap kebijakannya.

Dalam pidato dan pengarahan sebelumnya, Prabowo juga berulang kali menyampaikan target pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, serta menjalankan program sosial seperti MBG dan Sekolah Rakyat.

Prabowo selanjutnya menyinggung isu swasembada pangan sebagai salah satu capaian yang menurutnya patut diperhitungkan.

“Swasembada pangan, siapa yang bisa lakukan dalam waktu satu tahun? Kau lihat inflasi kita,” Prabowo menekankan.

Artikel terkait lainnya