DEMOCRAZY.ID – Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan setelah kader PSI Dedy Nur Palakka menyebut Roy Suryo telah memasuki fase game over.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedy saat menanggapi proses hukum yang tengah berjalan terkait perkara dugaan fitnah terhadap Jokowi.
Dedy menilai ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan bukan persoalan yang perlu diperdebatkan.
Ia bahkan menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan posisi Roy Suryo dalam perkara tersebut.
Dedy Nur Palakka menilai perkembangan perkara tersebut menunjukkan posisi Roy Suryo sudah berada di ujung perjuangan.
“Kalau sudah begini artinya Roy Suryo sudah game over,” ujar Dedy, dikutip Fajar.co.id, Jumat (18/9/2026).
Ia juga menyinggung ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan.
Menurutnya, mantan kepala negara tersebut tidak harus selalu hadir secara langsung di ruang sidang.
“Jokowi nggak perlu hadir di persidangan, beliau nonton sambil bermain sama cucu-cucu kesayangan,” ucapnya.
“Kalau dalam sepak bola, Roy Suryo ini gol bunuh diri,” lanjut dia.
Dedy kemudian menanggapi anggapan bahwa Jokowi tidak akan berani hadir di persidangan meskipun telah beberapa kali menyatakan kesiapannya.
“Ini logika orang yang tidak paham bagaimana prosedur hukum bekerja,” tegasnya.
Menurut Dedy, fokus hakim dalam perkara tersebut saat ini adalah memeriksa tuduhan yang disebutnya palsu terhadap Jokowi.
“Saya kira fokus para hakim saat ini adalah memeriksa tuduhan palsu yang diklaim oleh Roy dan Tifa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dedy menekankan bahwa setiap tuduhan membutuhkan pembuktian, terlebih jika menyangkut klaim mengenai keaslian suatu dokumen.
“Karena ada ungkapan begini, klaim yang besar juga butuh bukti yang besar,” katanya.
Ia pun meminta Roy Suryo dan Dokter Tifa membuktikan seluruh klaim yang mereka sampaikan melalui mekanisme persidangan.
“Silakan Roy dan Tifa buktikan klaimnya di depan hakim pengadilan. Kalau di depan TV dan podcast-podcast sudah dan lumayan heboh,” terangnya.
Dedy kemudian mempertanyakan metode penelitian yang dilakukan Roy Suryo terkait polemik ijazah Jokowi.
“Kalau nggak pernah konfirmasi ke yang punya ijazah, lalu Roy melakukan penelitian sumbernya datang dari alam gaib?” ucapnya.
Pernyataan Dedy tersebut kemudian mendapat respons dari pegiat media sosial Arif Wicaksono.
Arif menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan bahwa proses hukum yang dijalani Roy Suryo, menurutnya, masih berada pada tahap awal.
“Dakwaannya baru dibacakan, masa udah game over? Baru kick off, bro, santai,” kata Arif.
Arif menyebut masih ada sejumlah tahapan yang akan dijalani Roy Suryo dalam perkara tersebut.
“Minggu depan eksepsi, counter attack dari Roy Suryo,” lanjutnya.
Arif juga menyinggung kemungkinan pihak pelapor dipanggil dalam proses persidangan untuk memberikan keterangan dan menunjukkan dokumen yang menjadi pokok perkara.
“Ada gilirannya pelapor yang merasa dirinya dihina sehina-hinanya akan dipanggil hakim buat tunjukkan ijazahnya,” jelasnya.
Arif kemudian kembali menanggapi pernyataan Dedy mengenai Jokowi yang disebut dapat menonton persidangan sambil bermain bersama cucu.
“Nonton TV sambil nimang cucu, silakan, enjoy. Kita tunggu eksepsi Roy Suryo,” tandasnya.