Kepala BGN Sudaryono Sebut Program MBG Nggak Ada Masalah: Guru, Ortu, hingga Wartawan Bikin Gaduh!

DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengakui program tersebut masih ramai dikritik, terutama di media sosial.

Menurut Sudaryono, kritik yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan.

Ia mengatakan masyarakat secara umum tidak mempermasalahkan keberadaan program MBG.

“MBG secara keseluruhan kalau Anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed,” kata Sudaryono dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @dardardar_30 dan dikutip Selasa (15/9/2026).

Sudaryono menilai salah satu faktor yang membuat kritik terhadap MBG ramai adalah persoalan yang menurutnya bersifat ideologis dan politis.

Ia menyebut sejumlah kelompok yang aktif menyuarakan kritik, mulai dari guru, orang tua siswa, wartawan, hingga sebagian aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu,” ujar Sudaryono.

Menurut dia, kritik di media sosial juga tidak hanya datang dari masyarakat di luar BGN.

Sudaryono mengatakan sejumlah pegawai atau pihak internal BGN turut menyampaikan keluhan melalui media sosial setelah dirinya melakukan penertiban terhadap pelaksana program MBG yang dianggap melakukan pelanggaran.

“Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya,” ujar Sudaryono.

Ia juga menyiapkan sanksi terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya kasus keracunan.

Sudaryono mengatakan kepala SPPG yang menyebabkan kasus keracunan tidak akan mendapatkan perpanjangan kontrak.

“Kalau ada lagi, semua, Pak Ketut, semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang PPPK-nya,” ucapnya.

BGN Tetap Jalankan Program MBGSudaryono mengakui pelaksanaan MBG menghadapi berbagai keluhan.

Selain kritik dari luar, dia menyebut penertiban internal dan persoalan dengan pemasok turut menambah tekanan terhadap program tersebut.

“Jadi sudah ada ideologis politis, ada orang-orang di dalam BGN yang saya tertibkan ini juga komplain. Ditambah lagi, mohon maaf, ditambah lagi supplier-supplier ini komplain juga. Jadi, sempurnalah MBG ini,” kata dia.

Meski demikian, Sudaryono memastikan pemerintah tidak akan menghentikan program MBG.

Menurut dia, BGN telah mengetahui sejumlah persoalan yang perlu dibenahi dan telah menyiapkan langkah untuk mengatasinya.

Ia meminta waktu agar langkah pembenahan tersebut dapat berjalan.

“Insyaallah mungkin dalam waktu yang tidak lama kita bisa redam ini semua persoalan dan masalah ini,” ujar Sudaryono.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut mendapat dukungan sekaligus menghadapi kritik, terutama terkait kualitas makanan, distribusi, pengawasan, serta sejumlah kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan di berbagai daerah.

Artikel terkait lainnya