DEMOCRAZY.ID – Dr. Fayez Abu Shamala, tokoh senior gerakan Fatah di Gaza yang pernah dipenjara Israel selama 10 tahun dan pernah bersama Syaikh Ahmad Yasin (pendiri Hamas) saat dipenjara Israel, di akun X (31/8/2026) mengatakan:
“Sejujurnya dan dengan kebenaran, Ketika Syaikh Ahmad Yasin—semoga Allah merahmatinya—berbicara kepadaku tentang kepastian lenyapnya Israel setelah 40 tahun, aku tidak mempercayainya, dan mungkin aku mengejek perkataannya pada hari itu ketika kami bertemu di penjara Ramle tahun 1989. Hari ini aku berdiri terpana di hadapan fakta-fakta dan perubahan-perubahan yang tak pernah terlintas di benakku 37 tahun lalu.”
Ramalan Syaikh Ahmad Yasin mengenai musnahnya Israel pada tahun 2027 didasarkan pada analisis siklus sejarah 40 tahunan yang bersumber dari Al-Qur’an.
Pendiri gerakan perlawanan Hamas tersebut menyampaikan prediksi ini secara terbuka dalam sebuah wawancara legendaris dengan jurnalis Al Jazeera, Ahmad Mansour, pada tahun 1999.
Dalam wawancara dengan Ahmad Mansour wartawan Aljazeera, Syaikh Ahmad Yasin menyampaikan,
“Selain Allah, semua kekuasaan pasti berakhir. ‘Israel’ berdiri di atas kekuasaan yang zhalim dan jahat. Nasibnya pasti: hancur. Tahun 2027 in syaa Allah Zionis ‘Israel’ berakhir.”
Syaikh Yasin juga menjelaskan,
“Al-Quran menyebutkan, lahirnya generasi yang baik perlu 40 tahun. Nakba sudah lewati masa 40 tahun (sejak 1947), nanti ditambah Intifadhah 40 tahun (sejak 1987), maka di tahun 2027 in syaa Allah ‘Israel’ selesai.”
Syaikh Yasin mengingatkan, “Pergiliran sejarah itu ketetapan Allah. Kita hanya menjalaninya dengan ketaatan, perjuangan dan pengorbanan.”
Syaikh Ahmad Yasin membagi garis waktu berdirinya Israel ke dalam beberapa fase penting:
Meskipun sering disebut sebagai “ramalan”, para tokoh agama dan akademis lebih melihat pernyataan Syaikh Ahmad Yasin sebagai sebuah analisis tadabbur Al-Qur’an dan proyeksi geopolitik, bukan ramalan gaib.
Memasuki tahun-tahun mendekati target waktu tersebut, diskusi mengenai prediksi ini kembali ramai diperbincangkan di berbagai platform digital dan media sosial.
Banyak pihak yang menghubungkan situasi konflik yang kian bereskalasi di Timur Tengah saat ini sebagai bagian dari proses atau tanda-tanda menuju analisis yang disampaikan oleh sang ulama sebelum ia syahid pada tahun 2004.
بصراحة وصدق
عندما حدثني الشيخ أحمد ياسين ـ رحمه الله ـ عن حتمية زوال إسرائيل بعد 40 سنة لم أصدقه، وربما سخرت من حديثه في ذلك اليوم حين التقينا في زنازين سجن الرملة سنة 1989
اليوم أقف مذهولاً أمام حقائق ومتغيرات لم تخطر على بالي قبل 37 سنة.— د. فايز أبو شمالة (@FayezShamm18239) August 31, 2026