Aksi Kekerasan Oknum Aparat! Faturohman Jadi Korban Salah Tangkap, Diseret ke DPR, Dipukuli Brutal hingga Gigi Rontok

Signature: PBiBKOQT7Bs9MNP/BiQL5JfmFvk0K6iWQ+dkqEUxGhBj1D6rgmkQQxROSQbFGjyKaTPzDPoRCIKZr9ccszluSkg1f6wo+sr18X1RvOhn/X020Grnzd4aD8ejMxeeTxpNf/1Ca3Mb1afs1AKS0L1Wv5EQ1KNB9cNiCNGcv3q2aGVoS8qOPg3df68c7Jlc5jLTPbWCouuVZayuJl97Ap9nJtvPmwypQOOdqqctLhq6xrPphLDaPvNMatriHf+u32Z7Ktc49yKVz8fewGQl5P8ZzHpjPPorWRPMbX1YOT831KXqzJcejCWM/JXJ4ajuBa6WeT4iSJJTvjDKkWrfvSX+lJfWcTcMEnq9I7OHnUX0zYN97frjdRbXCmXokU+b95WA9PhGEmNGVyBAn9mHKwVXrO6lJzV0TRb6Oy3leSSrGfkOB1/qa6edabspw5TfhfG4bno5NQsc8l4KL+iTeVDyl69GMAIQ9C/0hUiGBq0Dg2PR0l17Mzl/kA/ApHWKOblUYe7P3CkOozcuPNRYJG8TVVUMrqTpsLh3BQQY7dzLIQDzKWqMHvc8pee69hOvcspX+1BFYuMcuxv0x+kkrBIqZsUaYVBCd4PUixdNq4AHXzz+OqEbM0tg71jwGlZnMygPLoebvOaxbktflVXMnOd4J/qd1S486flu+QV69YPbIk3QhnssK6oF8Rsh6vkFhXldrbThgqN9YFivQ6jpOAggPIP+I4lHRM1q/mv3Ev6/EE6HJRcQyBFj2N5qjPRwxQ9NwQm55HkLFr3ZVThSbAKhNEp4hAfvCfZfPqU8qUu6xorQJRFlVPZ5TpQUsxmkC9F56By3CQI8qK5uvFJ5U3DjAzszs8bzl65brJlR19W0w4K7CvBqpuRz1KUeK8CTWOgjGOA69LjBCIsvO3p86ls/fdRUVM2+r52MRZAemkLbLTKsIz942DCk8yURWpGZ4e4q5gkd/hLvB+oBLaByk3z8Fx6mQmUt38at+EtH1kWCnug=

DEMOCRAZY.ID – Buntut kericuhan di Pejompongan membuat salah seorang warga menjadi korban keberingasan aparat akibat salah tangkap.

Hal inilah yang dialami Faturohman (18), warga Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, yang menjadi korban kekerasan saat kericuhan terjadi pada Kamis (27/8/2026) malam.

Fatur merupakan siswa kelas 12 di salah satu Madrasah Aliyah.

Fatur tinggal di salah satu gang di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ia dipukuli dan diseret keluar dari gang rumahnya sekelompok orang tak dikenal yang diduga kuat aparat.

Saat bentrok pecah di Jalan Pejompongan Raya tepatnya di kolong Flyover Pejompongan arah Slipi, Fatur jadi korban salah sasaran.

Ia mengatakan sedang berada di dalam gang rumah saat bentrokan massa dengan aparat hingga berhamburan masuk ke dalam gang.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang terlibat dalam kericuhan masuk ke area tersebut.

“Saya sedang berada di depan rumah. Tiba-tiba massa kocar kacir, lalu ada orang mendorong saya sampai jatuh, (mereka) masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya,” kata Fatur menceritakan kronologi kericuhan, Jumat (28/8/2026).

Saat ditanhkap, Fatur sudah menjelaskan bahwa ia merupakan warga setempat.

Namun, sekelompok orang terindikasi aparat kepolisian itu tetap menywretnya keluar dari gang.

“Ya sudah saya ngomong ini saya warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar,” kata Fatur.

Setelah ditarik keluar dari gang, Fatur mengaku langsung dipukuli oleh sejumlah orang yang berada di lokasi.

Ia mengaku dihakimi sampai depan Jalan Pejompongan Raya.

“Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama teman-temannya digebugin saya,” ujar dia.

Diinterogasi di DPR

Fatur bercerita, ia mengaku mendapat intimidasi dan dipaksa mengakui sebagai provokator dalam kericuhan.

Setelah diseret keluar gang, ia dibawa ke Kompleks DPR dan diinterogasi.

Di sana, penganiayaan berlanjut dan terus didesak agar mengaku sebagai provokator atas kericuhan demo.

“Saya dipukuli lagi di DPR. Mereka maksa sambil gebukin saya,” paparnya.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan di beberapa bagian tubuhnya.

“Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala. Gigi saya patah dua,” ujar dia.

Selain dipukul menggunakan tangan kosong, Fatur menyebut dia juga dipukul menggunakan benda tipis yang disebutnya menyerupai pisau atau penggaris.

Hal itu turut diceritakan, Fahmi, guru sekolah Fatur yang juga wali kelasnya.

Fahmi membenarkan jika posisi muridnya saat kejadian berada di dalam gang rumah, bukan di area jalan Pejompongan Raya.

“Padahal posisi anaknya ini dari gang rumah, bukan pinggir jalan ya. Gang dalam rumah ini, silakan dilihatin aja gang dalam rumah bukan pinggir jalan. Ditarik, diseret ke depan, digebukin, ditendang,” ucap Fahmi dalam kesempatan yang sama, Jumat.

Fahmi juga menjelaskan sejumlah luka yang dialami Fatur akibat kejadian tersebut.

Menurut dia, Fatur mengalami luka pada bagian kepala, wajah, mata, mulut, punggung, hingga dada.

“Boleh silakan (dilihat) biar lebih jelas ada di bagian kepala. Dan dia giginya, kasih lihat tuh, patah dua,” tambah dia.

👇👇

Artikel terkait lainnya