DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi pengungsi dan penanganan gempa pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan ini dilakukan 11 hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores dan menewaskan 103 orang.
Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Sejak saat itu, penanganan darurat terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak, sementara jumlah korban meninggal dan luka terus bertambah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan Prabowo bertujuan melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan pengungsi berjalan baik.
“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Pras.
Pras mengatakan Prabowo telah memerintahkan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata sejak hari pertama bencana.
Dalam periode 15 hingga 24 Agustus 2026, pemerintah menyalurkan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral ke wilayah terdampak.
Bantuan lain berupa obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit lapangan juga dikerahkan.
“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana,” katanya.
Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Sebanyak 29 tindakan operasi telah dilakukan di RSUD Ruteng.
Pras menegaskan penanganan gempa tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat.
“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebelum Prabowo dijadwalkan meninjau langsung NTT, jumlah korban meninggal akibat gempa kembali bertambah menjadi 103 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Manggarai sebanyak 41 orang dan Manggarai Timur 34 orang.
Sebanyak 13 korban meninggal tercatat di Nagekeo, enam di Sikka, lima di Ngada, tiga di Ende, dan satu di Manggarai Barat.
Selain itu, jumlah korban luka mencapai 1.666 orang. Angka tersebut bertambah dari 1.603 korban luka yang tercatat sehari sebelumnya.
Data korban masih terus diperbarui seiring masuknya laporan dari wilayah terdampak.
Kini, 11 hari setelah gempa mengguncang Pulau Flores, Prabowo dijadwalkan turun langsung untuk melihat kondisi pengungsi dan memastikan penanganan bencana di lapangan.