

DEMOCRAZY.ID – Muncul dugaan empat orang misterius dalam kasus kematian pria bernama Sutrimo.
Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) di rumah dinas mantan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.
Kejadian bermula ketika Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).
Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.
Saat tiba di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan sudah meninggal dunia.
Postingan akun Instagram @kementerian_kurangajar, tampak pria diduga Sutrimo memakai baju hitam.
Pada foto pertama ia tampak terbaring dengan alas merah dan ditutup seprei biru motif bunga.
Bahkan terlihat terdapat busa dibagian mulut dan hidungnya.
Sementara foto kedua, tampak seorang pria mendorong tempat tidur yang terdapat seprei yang sama.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh KEMENKUR NEWS (@kementerian_kurangajar)
Pada postingan di akun TikTok iNews menyebut bahwa ada empat orang yang mengantar jenazah Sutrimo.
Mereka tampak duduk di bangku.
Satu orang memakai kacamata dan masker, dua lainnya menggunakan topi.
Sedangkan satu orang lagi berdiri membelakangi kamera CCTV.
👇👇
@officialinewsPolda Metro Jaya tengah menyelidiki meninggalnya Sutrimo di Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, sebelum dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia. Dalam penyelidikan, muncul fakta bahwa menurut keterangan petugas keamanan rumah sakit, korban diantar oleh 4 orang tak dikenal yang disebut bukan merupakan karyawan RS Muhammadiyah Taman Puring. Sutrimo juga diduga merupakan kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Namun, Polda Metro Jaya menegaskan penyebab kematian hingga kini belum dapat disimpulkan. Polisi masih memeriksa saksi, rekam medis, serta menelusuri kronologi lengkap peristiwa tersebut. Kreator: RDH/HS #PoldaMetroJaya #Jakarta #JakartaSelatan #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaTerkini #FaktaBaru #Penyelidikan #Sutrimo #FebrieAdriansyah #Kriminal #NewsUpdate #Indonesia♬ suara asli – OfficialiNews
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto belum membenarkan bahwa Sutrimo merupakan Karungga rumah dinas Febrie Adriansyah.
“Masih didalami,” katanya.
Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab Sutrimo tewas.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).
Ia belum bisa menyebut secara pasti penyebab tewasnya Sutrimo.
Ia juga belum dapat memastikan apakah Sutrimo tewas dibunuh atau tidak.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (26/7/2026), gerbang klinik yang bewarna hitam itu dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci.
Area di dalamnya hanya dapat dilihat dari balik pagar.
Di halaman klinik, daun-daun kering tampak berserakan.
Di sela-sela paving block juga tumbuh rumput liar dan tanaman kecil yang menandakan area tersebut sudah lama tidak terawat.
Kondisi bangunan klinik juga tampak rusak di beberapa bagian.
Plafon pada bagian depan terlihat hancur di dua titik, sementara cat pada dinding bangunan mulai memudar.
Namun, tiga lampu yang terpasang di halaman klinik masih menyala meski kondisi bangunan tampak tidak terurus.
Pada bagian atas gedung masih terpasang papan nama bertuliskan Mordent Aesthetic Clinic.
“Kurang tahu kalau kabar itu, saya mah di dalam warung aja. Sudah lama tutup,” ujar warga setempat, Aziz, bukan nama sebenarnya saat ditemui di lokasi.
Tetapi Aziz mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan klinik itu tutup.
Baca JugaLihat postingan ini di Instagram