DEMOCRAZY.ID — Peta kekuatan politik nasional kembali berdinamika menyusul langkah serius yang diambil oleh Partai Gerakan Rakyat (PGR).
Di sela-sela proses legalitas partai yang tengah dikebut, Ketua Umum PGR Sahrin Hamid melontarkan pernyataan politik yang sangat tegas dan terbuka mengenai arah dukungan partainya di masa depan.
Menjawab rasa penasaran publik terkait figur yang akan dijagokan pada kontestasi pemilihan presiden mendatang, Sahrin memastikan tanpa ragu bahwa PGR akan mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden jika partai tersebut resmi ditetapkan sebagai peserta pemilu.
Penegasan tersebut disampaikan Sahrin dengan merujuk pada amanat konstitusi yang memberikan hak kepada partai politik peserta pemilu untuk mengusulkan pemimpin bangsa.
“Baik, baik. Teman-teman, ada pertanyaan, Apakah jika Partai Gerakan ini sah menjadi partai politik, apakah mencalonkan Anies sebagai calon presiden? Nah, itu pertanyaannya. Mungkin susah disampaikan, tapi jawabannya insyaallah mudah,” kata Sahrin usai mendaftarkan PGR ke Kemenkum, dikutip Jumat (24/7/2026).
“Jawabannya adalah bila Partai Gerakan Rakyat ditetapkan menjadi partai peserta pemilu, maka oleh konstitusi dinyatakan dapat mengusulkan calon Presiden Republik Indonesia, maka sudah dipastikan calon presidennya adalah Anies Rasyid Baswedan!” tegasnya menandaskan.
Pernyataan politik bernada optimistis ini menyusul langkah taktis PGR yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai partai politik baru kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI).
Penyerahan dokumen penting tersebut dilakukan secara langsung di Gedung Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Momentum bersejarah ini ditandai dengan diterimanya Tanda Terima Pendaftaran oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PGR.
Langkah maju ini diambil setelah partai yang mengklaim tumbuh dari arus bawah tersebut mengklaim sukses merampungkan verifikasi administrasi secara menyeluruh di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Deklarasi terbuka mengusung Anies Baswedan di awal pembentukan partai ini diprediksi bakal semakin memanaskan konstelasi politik nasional dan menarik gerbong massa pendukung perubahan ke dalam barisan PGR.