Skenario Asli Terbongkar! Tujuan Akhir Jokowi di Kasus Ijazah Disebut Bukan Penjarakan Roy Suryo Cs, Tapi Ini

DEMOCRAZY.ID — Proses hukum yang membelit pakar telematika Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus menyita perhatian publik.

Di tengah panasnya tensi persidangan dan berbagai spekulasi politik yang beredar, sebuah fakta mengejutkan diungkapkan oleh ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar.

Berdasarkan pertemuannya secara langsung dengan Jokowi, Rismon mengklaim bahwa tujuan akhir dari proses hukum tersebut bukanlah untuk memenjarakan para terdakwa, melainkan sebuah ikhtiar untuk meredam kegaduhan nasional.

“Saya kasih footnote ya, footnote tebal. Bukan karena Pak Jokowi ingin menghukum Pak Roy dan Bu Tifa. Setelah saya ketemu, yang beliau inginkan adalah kebenaran,” ungkap Rismon belum lama ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir setengah jam itu, Rismon menangkap pesan kuat bahwa Jokowi merasa risau dengan polemik berkepanjangan yang terus menghiasi ruang publik.

Mantan kepala negara tersebut disebut-sebut hanya ingin isu keaslian ijazahnya menemui titik akhir melalui mekanisme formal, agar tidak terus-menerus digoreng sebagai komoditas politik.

“Pak Jokowi menginginkan ini diselesaikan sehingga damai lagi Indonesia ini. Jangan isu seperti ini dijadikan bahan atau alat untuk propaganda politik,” imbuhnya.

Diyakini Bakal Hadir di Persidangan Demi Tuntaskan Polemik

Rismon juga menepis anggapan miring yang menyebutkan bahwa langkah hukum ini merupakan bagian dari skenario tertutup untuk melindungi kepentingan pihak tertentu.

Ia meyakini, proses peradilan ini justru menjadi jalan keluar paling objektif agar kebenaran materil terungkap secara terang-benderang.

Bahkan, ia menyatakan optimis bahwa Jokowi akan bersikap kooperatif dan siap memenuhi panggilan majelis hakim apabila dihadirkan langsung ke ruang sidang sebagai pelapor.

“Pak Jokowi pasti datang. Bukan karena ingin menghukum Roy Suryo dan Bu Tifa, tetapi karena ingin persoalan ini tuntas dan tidak ada lagi yang mengganggu di kemudian hari,” tegas Rismon, sekaligus menepis berbagai spekulasi liar yang menyebut adanya intervensi terselubung di balik meja hijau.

Artikel terkait lainnya