DEMOCRAZY.ID – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, menduga ada pengalihan isu di tengah mencuatnya perkara yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah.
Blak-blakan, Jhon menyebut sejumlah isu yang menurutnya ikut tenggelam seiring ramainya pemberitaan mengenai kasus tersebut.
Isu pertama yang menurutnya tenggelam akibat kasus Febrie, kata Jhon, adalah dugaan suap yang disebut melibatkan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni.
“Yang hilang karena kasus Jampidsus, dugaan suap Sekjen PSI Raja Juli Antoni 12.000 dollar,” ujar Jhon, Senin (13/7/2026).
Ia menilai bahwa selama kasus Febrie bergulir, nama Raja Juli hampir tidak lagi menjadi sorotan.
Selain itu, Jhon juga menyinggung dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia turut menyentil pengangkatan keponakan seorang menteri sebagai komisaris di PT PP yang, menurutnya, juga luput dari perhatian.
“Kasus korupsi BGN, keponakan menteri diangkat jadi komisaris PP,” lanjutnya.
Jhon juga mengungkit polemik yang sempat ramai diperbincangkan terkait Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Ia mengingatkan kembali publik mengenai rencana perjalanan ke Amerika Serikat yang batal dilakukan dan menyebut hingga kini belum ada permintaan maaf kepada publik.
“Menteri PU dan keluarga yang gagal jalan-jalan ke Amerika nonton Piala Dunia pakai uang rakyat sampai sekarang belum minta maaf,” tukasnya.
Tidak berhenti di situ, Jhon turut menyinggung insiden meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Lima orang calon manajer KDMP tewas,” tandasnya.
Lebih jauh, Jhon kembali menyoroti perkembangan penanganan perkara yang menyeret nama Febrie Ardiansyah.
Ia menegaskan bahwa belum ada penangkapan terhadap mantan Jampidsus tersebut, sementara penanganan perkaranya kini berada di Kejaksaan Agung.
“Udah Febrie Ardiansyah tidak pernah ditangkap, kasusnya ditangani kejaksaan pula,” kuncinya.