Di Tengah Badai Korupsi, Ribuan Warga Kompak ‘Kepung’ Jalanan Demi Selamatkan Program MBG!

DEMOCRAZY.ID – Aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermunculan di sejumlah kota, bersamaan dengan gelombang demonstrasi dan sorotan kasus korupsi yang menjerat Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, aksi mendukung MBG terjadi di

  • Surabaya,
  • Jember,
  • Jambi,
  • Medan,
  • Pontianak,
  • hingga Jakarta.

Massa pendukung menegaskan tuntutan agar program tetap berjalan demi keberlanjutan gizi anak bangsa, transparansi tata kelola, serta perlindungan dari praktik korupsi.

Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bahkan menemui massa pendukung MBG pada Jumat (20/6/2026) dan menilai program tersebut bermanfaat bagi anak-anak sekolah serta layak dilanjutkan.

Aksi dukungan ini muncul bersamaan dengan penolakan MBG oleh sejumlah elemen masyarakat serta proses hukum yang tengah berjalan terhadap kasus dugaan korupsi di lingkungan BGN.

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan penyidikan dan pengembangan perkara tata kelola MBG.

Terbaru, pada Kamis (18/6/2026) malam, Kejagung menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing (GHS), sebagai tersangka baru.

Dengan demikian, total enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Aksi Dukung MBG di Berbagai Kota

Surabaya

Di kawasan Trenggilis, Surabaya, Jawa Timur, Siti Aisah, emak-emak dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Emak Emak Muda (EMUD) Relawan Prabowo Jawa Timur, mengatakan program MBG bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan akibat pengaruh global, masyarakat tidak membutuhkan perdebatan, tetapi membutuhkan solusi dan kepedulian nyata,” jelas Siti Aisah pada Sabtu (21/6/2026).

Menurut dia, kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama, terutama terkait pemenuhan pangan, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan agar masyarakat tetap mampu berdiri mandiri di tengah tekanan ekonomi.

Untuk itu, dia meminta Presiden Prabowo tetap semangat menjalankan program MBG serta berbagai program lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut bergerak membantu warga yang membutuhkan.

“Kami berharap Presiden Prabowo tetap semangat menjalankan program MBG serta berbagai program lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia,” tegasnya.

Jember

Masih di Jawa Timur, ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Aksi tersebut dilakukan guna menyuarakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto.

Massa yang memadati jalanan tersebut memulai long march dari kawasan Double Way Universitas Jember menuju Gedung DPRD Jember.

Unjuk rasa ini menjadi aksi tandingan setelah sebelumnya kelompok mahasiswa menggelar demo penolakan terhadap MBG dan Koperasi Merah Putih.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi terdiri atas berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, peternak, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga para pekerja dan pengelola Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Jember.

Salah satu orator aksi sekaligus pemilik dua SPPG di Bintoro, Kecamatan Patrang, Achmad Sudiyono, menyatakan bahwa antusiasme warga sangat tinggi karena program ini berdampak langsung pada perekonomian lokal.

Seorang pekerja SPPG asal Kecamatan Kaliwates mengaku sengaja ikut turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi demi keberlangsungan pekerjaannya.

Hal senada diungkapkan peserta aksi dari Desa Sempolan, Kecamatan Silo, yang hadir mendampingi anaknya yang bekerja di unit dapur gizi setempat.

Koordinator Lapangan Aksi Damai FMJM, Agus Nur Yasin, membacakan delapan poin pernyataan sikap yang menjadi tuntutan utama mereka, antara lain mendukung penuh program strategis nasional seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat, serta mendesak evaluasi total tata kelola Badan Gizi Nasional agar berjalan bersih dan transparan hingga ke level SPPG.

Mereka juga mengecam upaya adu domba, menolak penyebaran ujaran kebencian, dan menuntut aparat menindak tegas provokator yang mengganggu program strategis nasional.

Selain itu, massa menyatakan komitmen untuk mengawal Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

“Presiden Prabowo tidak sendirian. Ada jutaan murid, pekerja, pengusaha, serta petani yang siap bersama Presiden mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur sesuai amanah UUD 1945,” tegas Agus Nur Yasin saat berorasi.

Di Jambi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG saat menemui massa aksi di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Telanaipura.

Ia menegaskan DPRD memiliki semangat yang sama dengan peserta aksi untuk melanjutkan program tersebut.

“Hari ini kami DPR samo semangatnya sama dengan bapak ibu yang hadir di sini, tetap melanjutkan MBG,” tegas Ivan Wirata di hadapan demonstran.

Dalam aksi itu, massa juga membawa spanduk berisi tuntutan agar program MBG tidak dihentikan, dengan salah satu tulisan berbunyi, “Tangkap Pelaku Korupsinya, Bukan Stop Program MBG-nya”.

Medan

Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menemui massa aksi pendukung MBG di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa program tersebut memiliki manfaat besar bagi anak-anak sekolah dan layak dilanjutkan dengan catatan perbaikan tata kelola.

“Saya mau ngasih satu contoh yang hari ini bagaimana peran MBG itu bagi anak-anak kita memang sangat dibutuhkan, kita hari ini sedang melakukan ujian masuk sekolah, salah satunya kriteria orang tua milih sekolah yang sudah ada MBG-nya,” kata Bobby Nasution kepada pendemo.

Ia juga menyebut respons masyarakat terhadap program tersebut cenderung positif di berbagai daerah.

“Saya kalau ke daerah sering menanyakan bagaimana respons anak-anak kita, orang tua, yang mendapatkan manfaat secara langsung, responsnya positif,” jelasnya.

Bobby menegaskan bahwa program MBG tetap perlu dilanjutkan meski harus ada penyempurnaan dalam pelaksanaannya.

“Kita sepakat semua mungkin kalau ada perlu perbaikan iya, perlu ada penyempurnaan iya, tapi jangan mengorbankan kebutuhan dan keperluan anak-anak yang sudah dirasakan selama ini,” tuturnya.

Pontianak

Di Pontianak, Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat menggelar aksi di Bundaran Digulis sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG pada Sabtu 20 Juni 2026.

Massa menilai program ini penting untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak serta mendukung lahirnya generasi yang lebih berkualitas.

Jakarta

Di Jakarta, aksi dukungan terhadap MBG juga digelar di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan pada 17 Juni 2026. Massa menyatakan penolakan terhadap wacana penghentian program tersebut dan menilai MBG masih dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, massa juga menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum serta pemberantasan korupsi dalam pelaksanaan program pemerintah.

Aksi-aksi tersebut menunjukkan munculnya dua arus besar di tengah publik, yakni dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG serta dorongan evaluasi tata kelola di tengah proses hukum yang masih berjalan di Kejaksaan Agung.

Update Kasus Korupsi di BGN

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Terbaru, pada Kamis (18/6/2026) malam, Kejagung menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing (GHS), sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. Dengan penetapan ini, total sudah enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi MBG.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa GHS merupakan pihak swasta yang diminta oleh eks Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mencari mitra yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Setelah itu, GHS diduga menyetorkan sejumlah uang kepada Dadan Hindayana terkait penunjukan mitra-mitra yayasan SPPG tersebut.

“GHS memberikan sejumlah mata uang baik dalam bentuk asing maupun rupiah kepada saudara DH,” ujar Syarief dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis malam.

Atas perbuatannya, GHS langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Setoran Berulang dan Masih Dihitung

Dalam sesi tanya jawab, Syarief menjelaskan bahwa pemberian uang dari GHS kepada Dadan tidak dilakukan sekali, melainkan secara berkala.

“Untuk pemberian itu tidak dilakukan sekali, ya. Ada yang secara berkala,” kata Syarief.

Ia menambahkan bahwa nilai total uang yang telah disetorkan masih dalam proses penghitungan penyidik.

“Kalau jumlahnya memang sedang kita hitung sampai saat ini. Ini dilakukan selama beberapa bulan dari tahun 2025 sampai sekarang,” jelasnya.

Jual Beli Titik SPPG

Kejagung juga masih mendalami praktik dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melibatkan para tersangka.

Menurut penyidik, jumlah titik yang diperjualbelikan cukup banyak dan masih dalam proses pendataan.

“Ada banyak, lagi kita kumpulkan sampai sekarang faktanya,” ujar Syarief.

Ia menyebutkan, nilai per titik SPPG diduga bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Jadi memang bervariasi, ya. Puluhan sampai ratusan juta,” katanya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya