DEMOCRAZY.ID – Sejumlah potongan ceramah budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun kembali beredar luas di media sosial.
Cuplikan itu memuat pernyataannya yang disampaikan dalam sebuah pengajian beberapa tahun lalu, ketika ia menyebut bahwa mulai Juni hingga akhir tahun berpotensi terjadi berbagai peristiwa besar di dunia.
Dalam rekaman tersebut, Cak Nun mengatakan dirinya melihat banyak tanda yang mengarah pada kemungkinan munculnya kejadian-kejadian besar.
Ia menyebut berbagai isu mulai dari konflik berskala besar, ancaman perang, bencana alam, hingga situasi yang dikaitkannya dengan narasi keagamaan tentang akhir zaman.
“Mulai Juni mungkin akhir itu mungkin akan terjadi kejadian-kejadian besar di dunia,” ujar Cak Nun dalam ceramah yang kini kembali ramai diperbincangkan.
Ia juga menyinggung potensi meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.
Dalam ceramah itu, Cak Nun menyampaikan informasi yang ia dengar mengenai kondisi magma Merapi yang disebut lebih besar dibandingkan periode erupsi tahun 2010.
Selain itu, ia mengaitkan sejumlah peristiwa global dengan tanda-tanda yang terdapat dalam literatur dan tradisi Islam mengenai kemunculan Dajjal, Imam Mahdi, hingga turunnya Nabi Isa.
Namun, pada bagian lain ceramahnya, Cak Nun juga mengingatkan jamaah agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang disampaikan.
Ia meminta pendengar mengambil hikmah dan manfaat dari pesan yang disampaikan, bukan terjebak pada perdebatan benar atau salah.
“Jangan percaya begitu saja kepada saya. Ambil yang baiknya,” kata Cak Nun dalam ceramah tersebut.
Kembalinya video itu ke ruang publik terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia, konflik bersenjata yang belum mereda, ancaman keamanan global, hingga berbagai bencana alam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Di media sosial, sebagian warganet menilai ucapan Cak Nun mulai menemukan relevansinya dengan kondisi dunia saat ini.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap ceramah tersebut harus dipahami sebagai refleksi spiritual dan sosial, bukan sebagai prediksi pasti mengenai masa depan.
Pengamat komunikasi publik menilai fenomena munculnya kembali potongan ceramah lama biasanya terjadi ketika masyarakat mencari penjelasan atas situasi yang dianggap tidak menentu.
Dalam kondisi seperti itu, narasi yang pernah disampaikan tokoh publik sering kali kembali dibaca dan dimaknai sesuai konteks zaman.
Hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang dapat memastikan berbagai peristiwa global terjadi karena prediksi tertentu.
Namun satu hal yang membuat ceramah tersebut terus diperbincangkan adalah karena isinya menyentuh kegelisahan masyarakat tentang masa depan, ketidakpastian dunia, serta pentingnya memperkuat nilai spiritual di tengah berbagai perubahan yang berlangsung cepat.
Sumber: Herald