DEMOCRAZY.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini tengah memasuki babak baru.
Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan sedang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap puluhan ribu unit dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) di berbagai daerah.
Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi, mencegah penyelewengan, serta menertibkan kuota dapur yang dinilai sudah terlalu padat.
Berdasarkan kebijakan terbaru, BGN membatasi jumlah operasional maksimal menjadi 6 dapur per kecamatan, mengingat total unit yang terdaftar secara nasional telah menembus angka 27 ribu unit.
Akibatnya, ribuan dapur kini dievaluasi secara ketat dan sebagian di antaranya terpaksa dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Namun, gelombang protes yang muncul pasca-kebijakan ini justru melahirkan anomali.
Bukannya anak-anak sekolah selaku penerima manfaat yang merasa kehilangan, melainkan para mitra dan investor pengelola dapur yang justru melakukan aksi protes keras.
Mereka mempertanyakan keberlanjutan dari program MBG pasca mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dalam video yang viral di media sosial, tampak ketegangan dan adu mulut hebat antara massa dan petugas keamanan.
Seorang pria paruh baya yang berjalan menggunakan kruk penyangga kaki menuntut keadilan atas modal jumbo yang telah mereka korbankan di daerah, terutama di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
“Selama 7 bulan, kawan-kawan dari daerah membuat dapur seharga miliaran. Sampai detik ini, tidak ada kejelasan! Kami butuh negara hadir!” ujarnya dengan nada emosional di tengah barikade hidup petugas keamanan.
Video di Akhir Artikel
Suasana semakin memanas ketika para investor menegaskan loyalitas politik mereka demi menagih janji pertanggungjawaban dari pemerintah.
Ia menekankan, kehadiran mereka murni untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah, terkait dana operasional yang berjalan di daerah.
“Kami butuh negara hadir! Kami tidak butuh kamu!” tegasnya.
Di tengah keriuhan tersebut, suasana nyaris tidak terkendali akibat aksi saling dorong.
Dalam bagian video lainnya tampak seorang investor berbicara dengan perwakilan BGN.
“Tidak bisa diubah, kami butuh profesionalisme. Bapak2 ini orang berpendidikan, tahu peraturan undang undang, perubahan itu tidak bisa saat berjalan, sebelum berjalan harus dilakukan,” katanya.
“Kami butuh pertanggungjawaban, Ibu Nanik sebagai kepala BGN yang baru. Kita sama-sama membela negara ini, kita orang Prabowo juga! Tapi kalau seperti ini, kami minta Pak Prabowo untuk hadir,” tegas salah satu perwakilan investor.
Berdoa dan ibadahnya ditambah lebih rajin lagi yok gaes!
Tanda-tanda itu makin dekat!
Baca JugaLihatlah, para investor Dapur MBG ini aja udah pada teriak-teriak.
Mau berharap ke siapa lagi kita kalau bukan ke diri sendiri dan Tuhan.
Ngarepin Pemerintah bantu kita udah sangat SULIT pic.twitter.com/PTql834aWK
— Komisi Wasit (@MafiaWasit) June 8, 2026
Sumber: Fajar