Warga Heran SD di Sampang Masih Dapat Jatah MBG Padahal Tak Ada Siswa Belajar, Guru Asyik Nyetel Dangdut

DEMOCRAZY.ID – Penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, memicu sorotan warga.

Pasalnya, sekolah tersebut diduga tidak menunjukkan aktivitas belajar mengajar meski tercatat aktif dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dugaan itu disampaikan Zainuddin, warga setempat, yang mengaku heran saat mengetahui adanya distribusi MBG ke sekolah yang menurutnya sudah lama sepi dari kegiatan pembelajaran.

“Awalnya saya kira sekolah ini memang sudah tidak aktif tapi ketika melihat ada jatah MBG yang masuk, kecurigaan saya muncul,” ujarnya.

Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah dia melihat langsung kondisi di lingkungan sekolah.

Tidak Ada Kegiatan Belajar Mengajar, Guru Nyetel Dangdut

Menurut Zainuddin, sejumlah guru tampak mengenakan pakaian dinas, namun tidak terlihat adanya proses belajar mengajar.

“Di jam sekolah justru ada yang memutar musik dangdut dan santai minum kopi. Saat saya tegur, mereka seperti tidak merasa bersalah,” ungkapnya.

Zainuddin kemudian menelusuri data sekolah melalui sistem Dapodik Kementerian Pendidikan Dasar.

Dari data tersebut, SDN 1 Batuporo Timur masih berstatus aktif dengan jumlah 33–34 siswa dan 7 guru.

“Di data tercantum aktif dan punya siswa, tapi fakta di lapangan tidak ada aktivitas. Kondisi sekolah juga tampak tidak terawat,” terangnya.

Mengadu ke Dinas Pendidikan Sampang

Merasa ada kejanggalan serius, Zainuddin mengaku melaporkan temuannya ke Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Namun, upaya itu justru membuatnya kecewa.

“Saya menunggu hampir empat jam tapi tidak ditemui. Tamu yang datang belakangan justru diterima lebih dulu. Saya merasa dihindari,” keluhnya.

Penjelasan Dinas Pendidikan

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sampang, Moh Yusuf, mengakui adanya dinamika di lapangan terkait keberadaan siswa di SDN Batuporo Timur.

Secara data siswa, kata dia memang terdaftar aktif di Dapodik.

Namun, sebagian besar siswa tersebut diketahui bersekolah di madrasah atau sekolah swasta di sekitar desa pada hari-hari efektif.

“Berdasarkan informasi dari guru, Senin sampai Kamis siswa masuk ke madrasah atau sekolah swasta. Sementara hari Jumat mereka masuk ke SDN, karena madrasah libur,” jelasnya.

Pihaknya mengaku pada saat turun ke lokasi, memang tidak menemukan siswa di sekolah tersebut.

Namun, menerima dokumentasi kegiatan siswa pada hari Jumat.

“Foto-foto kegiatan hari Jumat itu ada. Karena itu kami masih menelusuri, minggu ini akan kami cek ulang ke lapangan untuk memastikan fakta sebenarnya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya