UGM Resmi Nonaktifkan Mahasiswi PPDS Elda Putri Rahardini Pelaku Komentar ‘Orang Have’ ke Pasien BPJS!

DEMOCRAZY.IDUGM mengonfirmasi telah menonaktifkan Elda Putri Rahardini, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) buntut komentar nyinyirnya di media sosial terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan pasien yang postingannya mengeluhkan harus menunggu kamar rawat inap selama delapan jam.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana mengatakan penonaktifan Elda dari kepesertaan PPDS FK-KMK UGM dilakukan selama 3 bulan. Selain itu, proses investigasi masih terus berlanjut.

“Keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK, yang bersangkutan dinonaktifkan selama 3 bulan untuk menjalani proses dengan semestinya,” ujar Andi saat dihubungi, Jumat (7/8/2026) malam.

“Betul (dinonaktifkan PPDS-nya). Kita akan lihat hasil prosesnya. Kami akan kabari lagi nanti ya,” sambungnya.

Sebelumnya, RSUP dr Sardjito sudah lebih dulu menghentikan praktik stase Elda.

Pihak RS Sardjito pun mengembalikan Elda ke FK-KMK UGM. Sebagai informasi, Stase adalah masa rotasi praktik klinik yang harus dijalani oleh mahasiswa kedokteran, kedokteran gigi, atau keperawatan (dokter muda/koas) di rumah sakit, puskesmas, atau klinik.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengatakan, mahasiswi PPDS yang bernama lengkap Elda Putri Rahardini itu sebelumnya tengah stase di RS dr Sardjito.

Dengan adanya kasus ini, stase Elda di RS Sardjito pun dihentikan.

“Sardjito kewenangannya adalah menghentikan yang bersangkutan namanya stase. Stase itu praktik di Sardjito. Itu kita hentikan. Tapi yang menonaktifkan, yang punya hak menonaktifkan itu adalah UGM,” jelas Banu saat dihubungi, Kamis (6/8).

Langkah ini, kata Banu, adalah hasil dari koordinasi tim RS Sardjito dan UGM bernama Tim pendidikan bermartabat ya.

Penghentian Stase dari Elda adalah langkah pertama yang diambil setelah proses investigasi selesai.

“Yang bersangkutan kita nonaktifkan dan dihentikan stasenya itu dulu langkah pertama. Itu sudah dilakukan kemarin. Begitu ada peristiwa kita langsung hold dia,” papar Banu.

“Kami tidak mau ada Elda itu ada di klinis di Sardjito. Kita kembalikan ke UGM dan UGM itu memang bersambut positif. Kalau kayak begini kita hentikan dia pendidikan proses pendidikannya itu selama proses investigasi lebih lanjut kita hentikan dulu di pendidikan bermartabat ini gitu,” tegasnya.

Diketahui, akun @erudarahaadini milik Elda Putri Rahardini viral karena komentarnya bernada menghina pasien BPJS yang mengeluhkan menunggu 8 jam.

“PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? haven’t some brain cells,” tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich.

Jika diterjemahkan “PP nya sih kayak orang berada, padahal aslinya nggak. Malah kayak nggak punya otak.”

Sontak komentar itu mendapat tanggapan negatif dari netizen.

Salah satu akun Threads bernama @sunyidibaliksenyum bahkan mengungkap identitas pemilik akun @erudarahaadini.

“Jejak digital para welcome to WALL OF FAME, manusia minim empati. kita mulai dari yang pertama dulu ya, ada dr. Elda Putri Rahardini, M.D., Ph.D., alumni UGM dan penerima beasiswa LPDP. semoga setelah ini jadi lebih bijak ya dokter erudarahaadini,” tulis akun @sunyidibaliksenyum.

Artikel terkait lainnya