TPUA Endus Kejanggalan? KPK Diminta Usut Tuntas Program 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo!

DEMOCRAZY.ID – Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, kembali bicara terkait program pengadaan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut menggunakan dana APBN sekitar Rp100 miliar.

Rizal mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengusut penggunaan anggaran tersebut, termasuk menelusuri proses pengadaan hingga distribusi hewan kurban ke berbagai daerah.

Dikatakan Rizal, nilai Rp100 miliar bukan angka kecil bagi masyarakat dan tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Dugaan Penyalahgunaan APBN

Rizal menilai KPK tidak boleh melihat besar kecilnya nominal dalam dugaan penyimpangan anggaran negara.

“100 miliar bagi koruptor mungkin kecil, tapi bagi rakyat itu besar. KPK mestinya tidak peduli besaran nilai, yang penting hasil korupsi,” ujar Rizal, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia juga menyinggung dugaan penyalahgunaan dana keagamaan yang pernah menjadi sorotan publik sebelumnya.

“KPK mengejar semua yang dicurigai meski mereka berlindung di kegiatan agama. Yaqut yang membegal dana haji menjadi suri teladan,” tukasnya.

Menurut Rizal, pengadaan sapi kurban Presiden juga patut ditelusuri secara menyeluruh.

“Kini Prabowo ikut-ikutan otak-atik dana kurban. Periksa juga kasus 895 sapi tahun lalu,” lanjutnya.

KPK Telusuri Pengadaan Sapi

Rizal meminta KPK mengusut detail pengadaan sapi kurban, mulai dari pihak penjual hingga proses distribusi ke masyarakat.

“Usut beli sapi ke siapa, dengan harga berapa, lalu dikirim ke daerah atau komunitas mana saja, dan jangan lupa siapa kader yang menjadi jaringan pengedarnya,” katanya.

Ia menilai program semacam itu berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Politik dagang sapi kadang efektif untuk penguatan elite dan pelemahan rakyat,” imbuhnya.

Tidak berhenti di situ, Rizal juga menyinggung lawatan Presiden Prabowo ke Prancis di tengah polemik penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban.

“Ironinya, di tanah air saat orang sedang ramai mempersoalkan kurban Prabowo 1.098 sapi dana APBN, sang Presiden berkunjung ke Paris kembali,” terangnya.

Menurut Rizal, agenda salat Iduladha di Paris menjadi sorotan publik karena berlangsung di tengah perdebatan mengenai program sapi kurban tersebut.

“Iduladha di Prancis katanya, lumayan liburan sampai tanggal merah 1 Juni 2026. Undangan Macron jadi alasan yang rakyat terpaksa harus maklum,” ucap dia.

Kinerja KPK Disoal

Rizal turut mengkritik KPK yang dianggap gagal mengusut berbagai dugaan korupsi sebelumnya.

“KPK yang telah gagal dan tidak mampu mengungkap dan mengusut korupsi Jokowi, salaput hulu atau berkasnya setinggi kepala, serta bau busuknya telah menyengat dunia, dituntut untuk tidak mengulangi kegagalan lagi,” bebernya.

Ia meminta lembaga antirasuah tersebut tidak bersikap pasif dalam merespons polemik penggunaan APBN.

“Meski hanya 100 miliar, tetapi itu adalah uang rakyat yang harus dijaga oleh BPK dan diusut KPK. Presiden tidak boleh menggunakan tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.

Rizal juga menaruh perhatian pada status Prabowo sebagai tokoh yang dinilai memiliki kemampuan finansial besar sehingga dianggap mampu berkurban menggunakan dana pribadi.

“Prabowo itu orang kaya, bahkan sangat kaya. Ia mampu berkurban, yang tidak mungkin sekelas hanya satu ekor kambing,” jelasnya.

Ia meminta Presiden membuktikan kepeduliannya kepada rakyat dengan menggunakan harta pribadi untuk berkurban.

“Buktikan bahwa ia mencintai rakyat dengan puluhan atau ratusan ekor sapi dari harta sendiri. Wujud mensyukuri karunia Allah,” tandasnya.

Lebih jauh, Rizal melontarkan kritik keras terkait penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban tersebut.

“Jangan pakai APBN sebab kalau demikian maka pelit atau maling namanya,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya