Skenario Penyelamatan? Budi Arie Buka Suara Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo Bahas Gibran Mundur

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi, menepis keras kabar yang menyebut dirinya melakukan pertemuan khusus dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) guna membahas skenario pengunduran diri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Budi Arie menegaskan bahwa rumor yang beredar masif di media sosial maupun kalangan politik tersebut tidak berdasar dan murni merupakan disinformasi.

“Enggak, enggak ketemu. Bohong, hoaks itu,” tegas Budi Arie menanggapi spekulasi liar tersebut, Senin (12/10/2026).

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu meminta seluruh elite politik serta kelompok masyarakat untuk menghentikan spekulasi prematur mengenai bongkar-pasang kepemimpinan nasional maupun kalkulasi menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, manuver politik yang terlalu dini berisiko mengganggu konsentrasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengeksekusi program-program strategis bagi rakyat.

Budi menekankan bahwa tantangan mendesak seperti perluasan lapangan kerja, penguatan ekonomi rakyat, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan publik membutuhkan sinergi total seluruh elemen bangsa.

Ia juga mengimbau agar ruang publik tidak terus-menerus disemak oleh narasi politik elektoral yang memecah belah dan tidak terverifikasi kebenarannya.

Para pimpinan partai politik dan tokoh masyarakat, kata Budi, memikul tanggung jawab moral untuk menjaga iklim politik nasional tetap kondusif.

Ia mengingatkan bahwa esensi utama dari demokrasi adalah pemenuhan hak-hak rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan semata.

Pertemuan Diam-Diam Jokowi dan Prabowo Saat Sidang MK Ijazah Gibran Picu ‘Kecurigaan Publik’

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menduga dinamika politik elite turut memengaruhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keabsahan kualifikasi pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dugaan itu mencuat setelah muncul kabar pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang pembacaan putusan perkara tersebut.

“Sekitar 1 atau 2 jam, konon ya, benar atau tidak, sekitar 1 atau 2 jam sebelum putusan ini ada pertemuan antara Prabowo dan Jokowi,” kata Zainal dikutip dari YouTube Uchange Indonesia, Rabu (7/10/2026).

Zainal yang akrab disapa Uceng kemudian mengaitkan dugaan pertemuan tersebut dengan perubahan relasi politik Prabowo dan Jokowi dalam pemerintahan.

Menurutnya, sejumlah figur yang dikenal sebagai loyalis Jokowi mulai tersingkir dari posisi strategis.

“Maka jangan-jangan bayarannya adalah memang kemudian Gibran tidak dijatuhkan,” ujarnya.

Dalam perkara tersebut, MK mengabulkan eksepsi pihak termohon mengenai kedudukan hukum atau legal standing para pemohon.

Akibatnya, permohonan terkait syarat pendidikan Gibran dinyatakan tidak dapat diterima.

Meski demikian, Uceng menilai pertimbangan MK tetap menunjukkan adanya persoalan substantif terkait kualifikasi pendidikan Gibran.

Ia menduga persoalan tersebut pada akhirnya berhadapan dengan kalkulasi politik elite.

“Tapi kalau dugaan saya seperti pembicaraan saya sebelumnya, ya itu punya pengaruh dan satu pertemuan ini jangan-jangan mempengaruhi hasil,” ucapnya.

Artikel terkait lainnya