DEMOCRAZY.ID – Kemunculan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di hadapan publik usai penggeledahan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya memantik beragam tanggapan.
Guru Besar Universitas Airlangga, Prof. Henri Subiakto, menganggap penampilan Febrie dalam konferensi pers bukan sekadar penyampaian informasi kepada publik.
Dikatakan Henri, ada sejumlah pesan yang ingin dibangun di tengah derasnya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut.
Baginya, langkah tersebut menunjukkan sikap seolah tidak ada persoalan yang sedang dihadapi.
“Hebat tokoh kita satu ini. Dia berani tampil di depan publik seolah tidak ada masalah dengan diri dan jabatannya,” ujar Henri, Sabtu (11/7/2026).
Ia kemudian menyinggung temuan barang bukti yang sebelumnya diumumkan aparat kepolisian dalam penggeledahan di properti yang disebut sebagai milik pribadi Febrie.
“Walau ada bukti ditemukannya uang ratusan miliar dan emas 74 kilogram saat diadakan penggerebekan di properti pribadinya,” tukasnya.
Lanjut Henri, kemunculan Febrie di hadapan media dapat dipahami sebagai bagian dari strategi komunikasi untuk membangun persepsi publik.
Ia menekankan bahwa langkah tersebut lazim dilakukan pejabat tinggi ketika menghadapi sorotan.
“Inilah drama yang biasa dilakukan pejabat tinggi untuk mengendalikan narasi publik agar seolah business as usual,” ucapnya.
Henri menekankan, melalui kemunculan itu, Febrie juga ingin membantah berbagai informasi yang beredar mengenai posisinya.
“Dengan tampil resmi di depan media, Febrie Adriansyah ingin secara proaktif membantah isu bahwa dirinya mundur atau terlibat sebagaimana informasi atau berita di medsos dan media massa,” imbuhnya.
Lanjutnya, terdapat pesan bahwa institusi Kejaksaan tetap bekerja secara independen dan profesional.
“Hal itu dilakukan sambil menekankan bahwa Kejagung tetap independen, profesional, dan terus bekerja (untuk menyelamatkan keuangan negara),” timpalnya.
Henri menambahkan, langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.
“Ini juga untuk menjaga kredibilitas Kejaksaan di mata publik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Henri menilai kemunculan Febrie di ruang publik menunjukkan bahwa posisinya sebagai Jampidsus masih tetap kuat secara kelembagaan.
Ia juga menyinggung adanya dukungan dari level kekuasaan yang lebih tinggi.
“Selain itu juga menunjukkan bahwa posisi Febrie sebagai Jampidsus belum goyah secara formal. Ada perlindungan dari penguasa tinggi terhadap dirinya hingga hari ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Henri menaruh perhatian pada langkah lanjutan yang akan diambil kepolisian setelah penggeledahan tersebut.
“Tinggal bagaimana pihak Polri, apakah akan terus bertindak dengan bukti kuat atau cooling down terlebih dahulu,” tegasnya.
Henri juga menilai rangkaian peristiwa tersebut telah menyita perhatian publik secara luas.
“Yang jelas, peristiwa operasi polisi kemarin itu sudah sukses menyita perhatian publik nasional hingga menutupi seluruh isu politik lain,” cetusnya.
Menurut Henri, kondisi itu mengirimkan pesan tertentu kepada publik.
“Kemudian, dengan adanya pengamanan TNI yang siap mengamankan petinggi Kejaksaan juga memberi sinyal kuat bahwa Kejaksaan mendapat dukungan dari level penguasa tinggi,” terangnya.
Henri memandang situasi tersebut juga berpotensi memengaruhi kepercayaan diri Jampidsus dalam menghadapi perkembangan perkara.
“Ini juga membuat Jampidsus jadi lebih percaya diri, tidak khawatir akan jadi sasaran penangkapan langsung oleh Polri,” tandasnya.
Lebih jauh, Henri mengatakan bahwa keberadaan pengamanan dari TNI turut memperlihatkan dinamika hubungan antarlembaga yang belakangan menjadi perhatian publik.
“Keberadaan penjagaan dari TNI memberi pesan adanya nuansa rivalitas TNI-Polri yang makin terlihat, sehingga tindakan sepihak bisa berisiko memicu konflik yang lebih besar,” kuncinya.
Belakangan, Jampidsus Febrie Adriansyah resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (11/7/2026).
Surat pengunduran diri tersebut telah diterima dan disetujui langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Lihat postingan ini di Instagram
Baca Juga
Sumber: Fajar