Sejarah Tercipta: AS dan Iran Berdamai, Timur Tengah Akhirnya Lepas dari Bayang-Bayang Perang!

DEMOCRAZY.ID – Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian dan penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Pengumuman ini kali pertama disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui unggahan di akun media sosial X miliknya.

Sharif menyebutkan, prosesi penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai tersebut bakal dihelat pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

Presiden AS Donald Trump dengan cepat menegaskan kesepakatan itu melalui pernyataannya sendiri pada Minggu (14/6/2026) saat merayakan ulang tahunnya yang ke-80.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” ujarnya, dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).

“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” sambungnya.

Tak berselang lama, otoritas pemerintahan Iran turut merilis pernyataan resmi yang menegaskan, kesepakatan yang baru saja diumumkan bersama AS ini menjadi penanda berakhirnya konfrontasi bersenjata secara langsung antara kedua negara.

“Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi dalam komentar yang disiarkan televisi di Iran.

Sempat diwarnai ketegangan dengan Israel

Beberapa jam sebelumnya, Teheran telah bersumpah untuk membalas serangan Israel di Lebanon.
Trump bahkan sempat marah dan menyalahkan Israel karena menunda penandatanganan perjanjian tersebut dengan serangan udara di Beirut.

Dalam wawancara telepon yang penuh kata-kata kasar dengan media berita AS Axios, Trump mengamuk terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Saya sangat marah. Saya sudah memberitahunya,” ujarnya.

Kali terakhir Israel menyerang pinggiran Beirut, hal itu memicu salah satu guncangan terkuat terhadap gencatan senjata yang sebagian besar bertahan sejak April.

Iran melancarkan serangan rudal balasan dan Israel menanggapi dengan serangan.

Teheran telah lama menuntut agar setiap kesepakatan untuk menghentikan perang harus mencakup konflik paralel di Lebanon.

Perang dimulai pada akhir Februari 2026 dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, yang kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan tersebut.

Iran juga hampir memblokade total lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital untuk pasokan minyak dan gas alam global.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya