DEMOCRAZY.ID – Politisi Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Aisha Wahab, memenangkan pemilu khusus untuk mengisi kursi kosong DPR AS untuk Distrik Kongres ke-14 California.
Wahab yang seorang Muslim keturunan Afghanistan ini, mengalahkan rivalnya, Melissa Hernandez, yang didukung oleh kelompok lobi pro-Israel AIPAC.
Wahab, seperti dilansir TRT World dan Reuters, Jumat (21/8/2026), akan mengisi sisa masa jabatan anggota DPR Eric Swalwell, yang mengundurkan diri pada April lalu setelah terjerat tuduhan pelecehan seksual.
Menurut proyeksi media terkemuka AS NBC News, Wahab meraih lebih dari 53 persen suara, sedangkan Hernandez meraih 47 persen suara, dengan catatan 95 persen suara telah dihitung.
Wahab menjabat anggota Senat negara bagian California dari Partai Demokrat sejak tahun 2022, sedangkan Hernandez merupakan Direktur Bay Area Rapid Transit.
Kemenangan Wahab ini membuat kucuran dana kampanye, yang jumlahnya disebut hampir mencapai US$ 2,5 juta, dari United Democracy Project yang berafiliasi dengan kelompok lobi pro-Israel, Komisi Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC), untuk Hernandez menjadi sia-sia.
Iklan dan kampanye media sosial Hernandez yang didanai AIPAC banyak menyerang Wahab, yang menyerukan pemotongan bantuan militer AS untuk Israel.
Wahab juga secara terang-terangan menyebut Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza.
Dalam kampanyenya, Wahab juga memperjuangkan keterjangkauan dan akses terhadap perumahan.
Setelah resmi dilantik nanti, Wahab akan mencetak sejarah sebagai warga Amerika keturunan Afghanistan pertama dalam Kongres AS.
Sebelumnya, dia telah mencetak sejarah sebagai wanita Muslim dan warga AS keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota badan legislatif negara bagian.
Dengan masuknya Wahab ke DPR AS, maka Partai Demokrat nantinya akan menguasai 213 kursi, dengan Partai Republik masih mendominasi tipis dengan 218 kursi.
Pada pemilu sela November mendatang, Wahab dan Hernandez akan kembali berhadapan untuk menentukan siapa yang akan menduduki kursi anggota DPR AS untuk masa jabatan penuh dua tahun ke depan.