Rekayasa AI atau Asli? UNICEF Akhirnya Buka Suara Soal ‘Keaslian’ Foto Ikonik Messi Mandikan Lamine Yamal

DEMOCRAZY.ID – Di era gempuran kecerdasan buatan (AI) saat ini, wajar jika banyak penggemar sepak bola merasa skeptis terhadap gambar-gambar fantastis di internet.

Ketika foto Lionel Messi muda memandikan bayi Lamine Yamal tiba-tiba viral menjelang final Piala Dunia 2026, perdebatan sengit pun meledak: apakah ini foto asli atau sekadar rekayasa manipulasi AI?

Kini, perdebatan itu telah resmi berakhir. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) akhirnya turun tangan untuk menjawab rasa penasaran publik.

Bukan Editan AI, Ini Pernyataan Resmi UNICEF

Melalui akun resmi mereka di platform X (sebelumnya Twitter), UNICEF mengakhiri segala spekulasi yang beredar luas di media sosial.

Mereka memastikan bahwa potret yang memperlihatkan “kebetulan kosmik” tersebut adalah 100 persen otentik.

“Ya, foto-foto yang Anda lihat itu nyata,” tulis pernyataan resmi UNICEF.

Menurut organisasi tersebut, sesi pemotretan bersejarah itu berlangsung lebih dari 18 tahun silam dalam sebuah kampanye penggalangan dana UNICEF.

Saat itu, ibunda Lamine Yamal, Sheila, berpartisipasi dan membawa bayinya untuk berfoto bersama Messi.

Foto yang kini bernilai sejarah tak terhingga itu diabadikan dengan sempurna oleh fotografer Joan Monfort.

👇👇

Sama-Sama Lulusan La Masia dan Duta UNICEF

Kisah di balik foto ini semakin terasa seperti skrip film yang ditulis dengan sempurna.

Lebih dari sekadar kebetulan di bak mandi plastik, Messi dan Yamal ternyata memiliki ikatan yang jauh lebih dalam, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Faktanya, keduanya memiliki DNA sepak bola yang identik.

Messi dan Yamal sama-sama merupakan produk murni jebolan akademi sepak bola paling tersohor di dunia, La Masia milik FC Barcelona.

Lebih dari itu, di luar lapangan, keduanya kini menjabat sebagai Duta Kehormatan (Goodwill Ambassadors) UNICEF.

Mereka menggunakan platform dan ketenaran global mereka untuk mengadvokasi hak-hak anak di seluruh dunia.

“Hari ini, pencapaian mereka di atas lapangan menginspirasi jutaan orang. Di luar lapangan, baik Messi maupun Lamine Yamal menggunakan suara dan platform mereka sebagai Duta UNICEF,” ungkap UNICEF dalam pernyataannya.

“Tujuannya? Agar setiap anak bertahan hidup, berkembang, dan mencapai potensi mereka. Kami bangga memiliki mereka di tim kami.”

Pertemuan Takdir di Final Piala Dunia 2026

Klarifikasi dari UNICEF ini membuat narasi jelang partai final Piala Dunia 2026 semakin epik.

Perjalanan waktu bergulir secara penuh (full circle); bayi yang dulu dimandikan oleh sang legenda kini akan berhadapan langsung dengannya di panggung sepak bola termegah di dunia pada hari Minggu mendatang.

Messi, yang kini menginjak usia 39 tahun, akan memimpin Argentina dengan ambisi mencetak sejarah meraih gelar juara Piala Dunia secara beruntun (back-to-back).

Sementara itu, sang sensasi remaja Spanyol, Lamine Yamal, yang menginjak usia 19 tahun, siap bertarung habis-habisan untuk mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya.

Momen ikonik yang diabadikan hampir dua dekade lalu itu kini bukan lagi sekadar kampanye amal biasa, melainkan prolog manis dari pertarungan dua generasi terhebat yang akan segera disaksikan oleh dunia.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya