DEMOCRAZY.ID – Dua akun media sosial yang dikenal kritis terhadap Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku mengalami intimidasi pada Kamis, 16 Juli 2026.
Keduanya menyebut menerima ancaman melalui aplikasi WhatsApp yang disertai penggunaan data pribadi yang sangat rinci.
Dua akun tersebut adalah @nabiylarisfa dan @ferrykoto.
Berdasarkan keterangan yang mereka unggah di media sosial, pola intimidasi yang dialami memiliki kemiripan, yakni muncul setelah mereka mengunggah konten yang mengkritik atau membahas Menteri PU.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, pengirim pesan meminta agar unggahan terkait Menteri PU dihapus.
Ancaman itu disebut disertai informasi pribadi yang sangat lengkap, mulai dari alamat rumah, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, data Kartu Keluarga (KK), hingga dugaan lokasi GPS perangkat secara waktu nyata (real time).
Salah satu akun yang mengirimkan pesan juga disebut menggunakan identitas yang mencurigakan, berupa nama dan foto profil perempuan, namun dikaitkan dengan nomor atau situs publik tertentu.
Nabiylarisfa menyatakan telah mengambil langkah hukum berupa somasi.
Ia juga menduga ada kemungkinan korban lain yang mengalami pola intimidasi serupa pada hari yang sama.
👇👇
Lihat di Threads
Sementara itu, Ferry Koto mengunggah bukti percakapan yang diterimanya dan menyatakan telah melaporkan dugaan intimidasi tersebut kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melalui akun @CCICPolri.
Dalam pernyataannya, Ferry menegaskan bahwa apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya maupun keluarganya, maka pihak yang bertanggung jawab harus diusut secara hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Menteri PU Dody Hanggodo, Kementerian Komunikasi dan Digital, maupun pihak Kepolisian terkait dugaan intimidasi terhadap kedua akun tersebut.
Baca JugaLihat di Threads