DEMOCRAZY.ID – Pendiri Partai Ummat Amien Rais menyebut Presiden ke-7 Jokowi menyiapkan makar besar sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Hal tersebut menurutnya tercermin dari pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi di hadapan Jokowi, yang sempat viral beberapa waktu lalu.
“Omongan budi Arie Setiadi yang tidak begitu cerdas didampingi Jokowi, bahwa kalau bisa Pilpres dipercepat tidak usah menunggu tahun 2029, merasa itu sangat mengerikan,” kata Amien Rais dikutip dari YouTube Amien Rais Official, Sabtu (12/9/2026).
Itu menurut Amien Rais menunjukkan Jokowi menyiapkan makar besar.
Sekalipun pihak Budi Arie sudah minta maaf.
“Kemudian penjahat judol ini minta maaf, tetapi tidak ada gunanya karena ada makar besar yang sudah disiapkan Jokowi,” terangnya.
Lebih jauh, dia meramal adanya potensi adanya political enginering yang dirancang agar poros Jokowi kembali berkuasa.
“Tetapi kalau kondisinya masih terjadi political enginering, para pendukung Jokowi yang ingin berkuasa kembali, perkembangan di lapangan bisa lepas kendali,” ucapnya.
Dia bahkan menyinggung reformasi 1998.
“Bisa saja kembali terjadi semacam people power, yang memuncak pada 21 Mei 1998. Kalau sampai inin terjadi lagi, mungkin akan memakan korban jiwa yang lebih banyak dan lebih besar,” imbuhnya.
Menurutnya, Jokowi sosok politisi yang selalu lapar dan haus kekuasaan.
“Jokowi adalah sosok politisi yang lapar dan haus kekuasaan tanpa batas,” imbuhnya.
Amien Rais menyebut Jokowi tak akan berhenti mengejar kekuasaan sampai meninggal.
“Dalam konteks ini, Jokowi saya yakin sosok yang tidak pernah berhenti mengejar kekuasaan, kecuali kalau nanti sudah makan tanah,” terangnya.
Amien Rais memberi sebutan Jokowi memegang ilmu pokoknya.
Dalam artian, pokoknya harus mendapatkan ambisinya.
“Jokowi memegang teguh ilmu pokoknya, pokoknya saya harus tetap mengendalikan Indonesia,” ucapnya.
Ambisi itu dikejar dengan segala acra.
“Pokoknya anak saya harus berada di puncak tiran kekuasaan. Pokoknya dengan segala cara, halal atau haram tujuan politik saya harus tercapai,” pungkas Amien Rais.