Nanik S. Deyang Bikin Heboh! Berencana Bentuk Dewan Pengarah BGN, Publik Langsung Kaitkan dengan Potensi Korupsi

DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bakal menunjuk tujuh orang sebagai Dewan Pengarah BGN.

Di saat yang sama, dia juga mengatakan bakal melakukan efisiensi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut diungkapkan Nanik saat sesi jumpa pers di Istana Negara, Senin (8/6/2026), beberapa saat usai dirinya dilantik sebagai Kepala BGN.

“Profesor ahli gizi dan profesor ahli anak. Jadi, yang akan menggandeng kami nanti adalah dewan pengarah yang terdiri dari tujuh orang. Dari tujuh orang itu,” kata Nanik.

Dia belum membeberkan siapa saja yang akan ditunjuk. Namun, menurutnya, dewan pengarah itu akan didominasi oleh para pakar.

“Kemungkinan lima dari pakar gizi. Demikian,” terangnya.

Ngaku Bakal Fokus Efisiensi

Nanik mengatakan, hal pertama yang bakal dilakukan pihaknya adalah efisiensi anggaran.

Tujuannya agar tak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Langkah kami adalah, pertama seperti yang beberapa waktu lalu kami sampaikan. Kami konsen pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran saat ini, tetapi tidak mengubah target yang kita berikan,” kata Nanik.

“Efisiensi ini kami lakukan, pertama melalui moratorium,” tambahnya.

Pihaknya bakal menghentikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara waktu.

“Per hari ini, jumlah titik operasional 27.877. Kita hentikan dulu di situ. Kita tata, apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat yang ada atau sebetulnya kelebihan,” ucapnya.

“Artinya, kita tidak buka yang baru dulu. Kita mau menata,” sambung Nanik.

Saat ini, Nanik menyebut SPPG masih menumpuk di Pulau Jawa.

“Misalnya Jawa Tengah butuh berapa, Jawa Barat butuh berapa, DKI butuh berapa, Jawa Timur. Karena data Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Setelah menata, kami hitung, apakah perlu kami buka kembali atau tidak,” pungkasnya.

Struktur Makin Gemuk

Rencana ini menjadi sorotan. Warganet ramai menyoal gemuknya struktur BGN di tengah klaim efisiensi.

“Efisiensi matamu!” tulis seorang warganet.

Sejumlah warganet juga menyarankan agar Dewan Pengarah yang mengurusi BGN.

“Ya mending dewan pengarahnya aja yang ngurus BGN, Bu. Kan bisa ngambil keputusan yang lebih tepat dan cepat,” tulis warganet.

“Kenapa bukan profesor ahli gizinya aja, Bu, yang jadi kepala?” kata warganet lainnya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya