Mengemuka Isu Pemakzulan Gibran: Politikus dari 3-4 Partai Disebut Siap Bergerak!

DEMOCRAZY.ID – Sejumlah politikus dari 3 hingga 4 partai politik berbeda disebut memiliki keinginan untuk memakzulkan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, tetapi masih wait and see.

Namun, menurut jurnalis senior Lukas Luwarso, langkah tersebut masih terkendala sikap saling menunggu di antara partai politik.

Pernyataan itu disampaikan Lukas dalam podcast Abraham Samad SPEAK UP.

Dia mengaku memperoleh informasi tersebut setelah berkomunikasi dengan sejumlah politikus dari partai berbeda.

“Intinya yang saya dengar dari 3-4 politikus dari berbagai partai politik yang berbeda. Mereka itu sebenarnya suka ingin juga memakzulkan,” kata Lukas, dikutip Senin (26/10).

Meski demikian, Lukas menilai keinginan tersebut belum tentu berlanjut menjadi langkah politik nyata.

Menurut dia, sejumlah partai masih menunggu inisiatif dari partai lain dan sinyal dari Presiden Prabowo.

Dia menyebut para politikus tersebut cenderung mengambil sikap menunggu daripada menjadi pihak pertama yang mendorong proses politik terhadap Gibran.

“Walaupun secara deep down dalam hati mereka antusias ingin, tetapi mereka wait and see,” beber dia.

Lukas menilai situasi tersebut membuat wacana pemakzulan Gibran belum menunjukkan arah yang pasti.

Dia menyinggung sikap sejumlah partai, termasuk Partai NasDem dan PDI Perjuangan, yang menurut pengamatannya belum memperlihatkan langkah bersama yang tegas.

Dia juga menyebut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai salah satu konteks yang mendorong munculnya wacana tersebut.

Namun, Lukas mengaku tidak lagi seoptimistis sebelumnya mengenai kemungkinan adanya gerakan politik dalam waktu dekat.

“Saya sedikit kurang optimistis dan hanya bisa berharap, tetapi politikus-politikus malas ini akan bisa berubah,” beber dia.

Menurut Lukas, tekanan publik dan demonstrasi dapat memengaruhi kalkulasi politik partai-partai tersebut.

Dia menilai gerakan masyarakat bisa menjadi faktor yang mendorong politikus mengambil sikap lebih tegas.

“Kalau tekanan publik kuat, kalau terjadi demonstrasi-demonstrasi dan sebagainya,” tegas dia.

Artikel terkait lainnya