Laskar Cinta Jokowi Puji Wapres: Nilai Gibran E Itu Excellent, C Clever dan B Briliant!

DEMOCRAZY.ID — Di tengah derasnya gelombang desakan pemakzulan serta terbuktinya ketiadaan berkas ijazah sah di Mahkamah Konstitusi, barisan loyalis Istana Solo masih terus melancarkan pembelaan yang makin menggelikan publik.

Koordinator Laskar Cinta Jokowi, Suhandono Baskoro, pasang badan membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait polemik nilai akademiknya yang belakangan viral dan menuai cemoohan.

Suhandono menuding rumor serta cibiran yang beredar di masyarakat mengenai rekam jejak pendidikan Gibran merupakan bentuk narasi jahat dan pembingkaian negatif (framing) yang disengaja untuk menjatuhkan mental sang Wapres.

Tafsir Lucu Laskar Cinta Jokowi: E Artinya Excellent, C Clever, dan B Brilliant!

Dalam pembelaan yang dinilai publik tidak masuk akal dan terkesan asal-asalan, Suhandono mencoba mencocokkan huruf nilai akademik Gibran dengan kepanjangan bahasa Inggris guna membantah persepsi buruk mengenai kecerdasan putra sulung mantan Presiden Joko Widodo tersebut.

Ia menegaskan bahwa huruf-huruf nilai yang beredar luas di media sosial tidak menunjukkan kegagalan akademik, melainkan predikat pujian.

Menurutnya, nilai E berarti Excellent, nilai C berarti Clever, dan nilai B berarti Brilliant.

“Gibran seorang yang cerdas dan sekolahnya di Australia dan Singapura. Ada upaya framing jahat menjatuhkan Gibran,” klaim Suhandono Baskoro, Jumat (30/10/2026).

Suhandono meminta masyarakat untuk melihat latar belakang pendidikan luar negeri Gibran secara objektif serta tidak terpengaruh oleh perdebatan nilai dokumen yang menurutnya telah dipelintir untuk kepentingan agenda politik oposisi.

Minta Perdebatan Proporsional dan Sebut Kebencian Sudah di Luar Nalar

Suhandono menekankan bahwa kritik terhadap pejabat publik merupakan hal wajar dalam koridor demokrasi, namun ia mendesak agar kritik tersebut ditopang oleh bukti resmi dan keaslian dokumen dari lembaga yang menerbitkannya, bukan berdasarkan penafsiran sepihak.

Ia mengeluhkan atmosfer politik saat ini yang dinilainya sudah sangat menyudutkan keluarga besar Solo tanpa memberikan ruang penilaian yang adil atas kapasitas personal Gibran.

“Saat ini kebencian ke Jokowi dan Gibran sudah di luar nalar,” pungkas Suhandono.

Namun, manuver tafsir menggelitik dari relawan loyalis Solo ini justru kian menegaskan kepanikan di barisan pendukung Gibran.

Ketika argumen hukum dan syarat ijazah di MK telah rontok, klaim bahasa yang dipaksakan seperti “E untuk Excellent” hanya semakin mempertegas degradasi akal sehat rezim dan mempercepat konsolidasi DPR RI bersama rakyat untuk segera mengeksekusi Pemakzulan Gibran dari Istana Negara!

Artikel terkait lainnya