Inilah 5 Skandal Besar Yang ‘Tenggelam’ Akibat Riuhnya Kasus Eks Jampidsus Febrie!

DEMOCRAZY.ID – Kasus megakorupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, bukan sekadar memicu efek domino, tetapi juga menciptakan “lubang hitam” hukum yang mencemaskan.

Di tengah sorotan tajam terhadap Febrie, publik dikejutkan dengan munculnya dugaan bahwa ada lima kasus besar lain yang mendadak “lenyap” dari radar penegak hukum sejak kasus Jampidsus ini mencuat.

Daftar “Kasus Lenyap” yang Bikin Publik Murka

Pegiat media sosial Jhon Sitorus membongkar fakta mengejutkan melalui akun X pribadinya pada Selasa (14/7/2026).

Ia menyoroti lima skandal yang kini nasibnya bak ditelan bumi seiring dengan menyedotnya atensi publik ke kasus Febrie Adriansyah.

Berikut adalah daftar lima kasus yang menurut Jhon kini tak jelas juntrungannya:

  1. Dugaan Suap Sekjend PSI Raja Juli Antoni: Terkait aliran dana sebesar 12.000 Dollar yang kasusnya seolah menguap.
  2. Skandal Korupsi BGN: Kasus yang sempat mencuat namun kini senyap.
  3. Nepotisme Komisaris PP: Polemik pengangkatan ponakan menteri menjadi komisaris di perusahaan pelat merah.
  4. Skandal Pelesir Keluarga Menteri PU: Isu penggunaan uang rakyat untuk menonton Piala Dunia di Amerika yang hingga kini tanpa kata maaf.
  5. Tragedi 5 Calon Manajer KDMP: Kasus tewasnya lima orang yang hingga hari ini masih menyisakan misteri keadilan.

Febrie Tersangka tapi Belum Ditahan?

Kekecewaan publik tidak berhenti di situ. Jhon Sitorus juga menyoroti kejanggalan proses hukum terhadap Febrie Adriansyah.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri sejak Sabtu (11/7/2026), nyatanya Febrie hingga kini masih menghirup udara bebas.

“Kasusnya ditangani kejaksaan pula,” sindir Jhon, menyiratkan keraguan terhadap objektivitas penanganan perkara yang kini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung tersebut.

Polemik “Hukuman Mati” dan Nasib Penegakan Hukum

Di parlemen, desakan keras terus menggema. Sejumlah anggota DPR bahkan meneriakkan ancaman hukuman mati bagi Febrie.

Namun, kritik keras datang dari pengamat senior Said Didu, yang menilai tuntutan tersebut adalah bentuk “kegenitan” politik.

“Rakyat minta anggota DPR korupsi dihukum mati sekeluarga,” sahut Said Didu menanggapi riuhnya suara Senayan.

Febrie sendiri, yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi batu bara untuk PLTU, PT Asabri, hingga PT Krakatau Steel, telah mengundurkan diri dari jabatannya demi dalih “menjaga netralitas”.

Meski Ditjen Imigrasi telah resmi mencekalnya bepergian ke luar negeri selama 20 hari, pertanyaan besar tetap menggantung di benak masyarakat: Apakah hukum memang sedang bekerja, atau hanya sedang memainkan sandiwara?

Kini, nasib Febrie dan kelanjutan lima kasus “hilang” tersebut berada di titik nadir.

Publik menunggu, apakah Kejagung benar-benar berani mengusut tuntas, atau justru akan mengubur kasus-kasus ini lebih dalam lagi?

Artikel terkait lainnya