DEMOCRAZY.ID – Dokter Christian Kwok memberikan komentar terkait kasus anak bupati di Riau yang dinyatakan positif ganja, namun disebut oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) terpapar asap ganja secara pasif di toilet sebuah klub malam.
Melalui pernyataannya, Dokter Christian menanggapi skeptisisme publik mengenai kemungkinan seseorang dinyatakan positif ganja akibat menjadi perokok pasif (passive smoker).
“Buat kamu yang skeptis, asap ganja (passive smoker) bisa bikin urine positif? Ada penelitiannya,” tulisnya melalui akun Threads, Sabtu
Menurut dia, hasil penelitian menunjukkan paparan asap ganja di ruang tertutup selama sekitar satu jam memang memiliki kemungkinan memicu hasil positif pada tes urine, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.
Ia menjelaskan, dalam sebuah penelitian, satu dari enam subjek yang terpapar asap ganja di ruang tertutup selama satu jam menunjukkan hasil urine positif.
Namun, para peneliti menyebut kemungkinan tersebut tergolong langka atau rare, sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai kondisi umum.
“Jadi bukan berarti nol persen kemungkinan, tapi sangat kecil,” jelasnya.
Dokter Christian menilai, apabila ingin melakukan investigasi serius terkait dugaan penggunaan ganja, maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan apakah seseorang benar-benar pengguna aktif atau hanya mengalami paparan pasif.
Menurutnya, orang yang terpapar asap ganja secara pasif biasanya akan kembali menunjukkan hasil negatif dalam waktu relatif cepat.
“Pengguna pasif sekitar empat jam sudah negatif urinenya. Sedangkan pengguna aktif bisa sampai 30 hari masih positif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti klasifikasi zat yang ditemukan dalam kasus tersebut.
Dokter Christian menyebut etomidate masuk kategori narkotika golongan II, sedangkan ganja termasuk narkotika golongan I yang memiliki tingkat pembatasan lebih berat dalam regulasi narkotika di Indonesia.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul penjelasan bahwa hasil positif ganja pada anak bupati di Riau diduga berasal dari paparan asap di toilet klub malam, bukan penggunaan langsung.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial, terutama mengenai kemungkinan tes urine positif akibat paparan asap ganja secara tidak langsung.
Catatan redaksi: Klaim mengenai hasil tes urine akibat paparan asap ganja pasif perlu dilihat secara hati-hati dan idealnya diverifikasi melalui pemeriksaan toksikologi lanjutan, waktu pengambilan sampel, serta evaluasi medis untuk memastikan sumber paparan.
Sumber: Fajar