Budiman Sudjatmiko Teriak: MBG Tak Boleh Berhenti, Masyarakat Kita Kurang Gizi!

DEMOCRAZY.ID – Beredar seruan di tengah publik agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan dulu setelah terbongkarnya skandal perkara korupsi yang melibatkan petinggi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko tidak sepakat usulan penghentian program tersebut.

Sebaliknya, ia menilai program MBG harus jalan terus meskipun terjadi permasalahan hukum yang menjerat mantan pimpinannya.

“Itu janji kampanye. Kalau berhenti maka Pak Presiden melanggar janji, melanggar undang-undang,” katanya, di Semarang, Jumat dikutip dari Republika.co.id.

Ia menegaskan itu usai menghadiri dialog bertema “Kritis Menuju Indonesia Emas atau Cemas? Membaca Kinerja Pemerintah dan Arah Masa Depan Indonesia” di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut dia, apabila MBG dihentikan justru melanggar undang-undang, sekaligus menyalahi janji kampanye untuk memperbaiki gizi anak sekolah yang didengungkan Prabowo

Di sisi lain, ia menyadari persoalan dalam pelaksanaan MBG memang perlu dikritik habis-habisan, namun kritik terhadap MBG lebih baik mengarah pada perbaikan pengelolaan di tiap daerah.

Baginya, program MBG diperlukan, mengingat masyarakat di daerah ada yang masih kekurangan gizi, serta menghadapi era perubahan zaman yang membuat tertinggal dari negara-negara lainnya.

“Saya katakan masyarakat kita adalah masyarakat yang kurang gizi. Masyarakat kita sedang hadapi era baru, dibanding negara lain kita masih ketinggalan,” katanya.

Masyarakat Indonesia, kata dia, masih tertinggal dalam hal berpikir analogis, tertinggal dalam kemampuan membaca, tertinggal di bidang matematika dan ilmu pengetahuan

“Maka, MBG selain untuk anak sekolah juga untuk para ibu hamil juga. Itu intervensinya,” kata mantan aktivis dan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

Menanggapi pernyataan mahasiswa yang mengkritik bahwa program MBG dan Koperasi Merah Putih tidak pro rakyat, ia menilainya tidak demikian.

MBG dan Kopdes kata dia merupakan dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memiliki nilai-nilai keadilan sosial.

Ia mencontohkan ketika menyambangi Desa Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang telah menerima program MBG, dan melihat anak-anak sekolah menyantapnya seolah barang mewah.

“Kemarin saya ke Sentolo, Kulonprogo, anak-anak desa makan makanan mewah di lembah. Kita waktu SD tidak pernah makan semewah itu,” katanya.

Sumber: Herald

Artikel terkait lainnya