DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais mengungkap sejumlah kebohongan Jokowi selama menjabat Presiden ke-7 RI.
Amien Rais menyebut Indonesia pernah mengalami kecelakaan politik selama 10 tahun, yakni antara Oktober 2014 sampai Oktober 2024, saat Jokowi berkuasa.
Dia menilai Jokowi memiliki sifat yang tidak konsisten.
Sebab, apa yang dikerjakannnya tidak sesuai dengan yang dikatakan.
Amien Rais menyoroti pernyataan Jokowi yang menyebut akan pulang ke Solo, setelah selesai menjabat Presiden RI.
Dia mengungkapkan Jokowi juga akan menjadi warga biasa, sambil mengasuh cucunya. Namun, banyak orang terkecoh.
“Banyak yang terkecoh. Dia aktif kembali dan terus berkeliling ke berbagai daerah, layaknya masih berkuasa,” katanya, dikutip dari YouTube pribadinya, Selasa (20/10).
Amien Rais juga menyinggung pernyataan Jokowi yang menyebut banyak investor dari sejumlah negara tetangga, sudah antre menanamkan modal di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun, tidak ada satu pun yang datang.
Jokowi, kembali menyebut Uni Emirat Arab segera investasi di IKN.
“Tipuan yang paling top adalah bicara IKN tidak akan dibiayai negara, tetapi oleh modal asing. Jadi, tidak mengganggu APBN,” ujarnya.
Amien Rais mengatakan Jokowi pernah menjanjikan ingin melestarikan hutan-hutan di Indonesia.
Dia menyinggung pernyataan Mahfud MD yang mengungkap selama 10 tahun Jokowi berkuasa, penggundulan hutan sudah mencapai 12,5 juta hngga 12,8 juta hektare.
“Kata Mahfud MD, luas penggundulan hutan zaman Jokowi itu, seluas 23 kali Pulau Madura,” ucapnya.