Dulu Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Kini Jokowi Sebut Pemilu 2029 Masih Jauh! Ada Apa?

DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan setelah menyebut Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 masih terlalu jauh untuk dibicarakan.

Pernyataan tersebut menarik perhatian karena sebelumnya Jokowi secara terbuka menyampaikan dukungan agar pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.

Pernyataan terbaru Jokowi itu disampaikan pada Kamis (8/10/2026), saat dirinya ditanya mengenai dukungan terhadap Prabowo-Gibran untuk Pemilu 2029.

Jokowi menegaskan bahwa pembahasan mengenai kontestasi politik lima tahunan tersebut belum menjadi hal yang perlu diprioritaskan saat ini.

“Pemilu masih jauh,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Jokowi bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026) malam.

Pertemuan kedua tokoh itu berlangsung di tengah perhatian publik terhadap dinamika politik nasional, termasuk polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Namun, Jokowi memastikan bahwa pertemuannya dengan Prabowo tidak membahas persoalan putusan MK maupun arah politik menuju Pemilu 2029.

“Ya itu wilayah yudikatif, ini wilayah eksekutif. Ndak bicara wilayah itu,” kata Jokowi ketika menjelaskan bahwa persoalan putusan MK tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya Jokowi Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Pernyataan Jokowi yang kini menyebut Pemilu 2029 masih jauh menjadi perhatian karena berbeda dengan pernyataannya pada awal tahun 2026.

Pada Jumat (30/1/2026), Jokowi secara terbuka menyatakan dukungan agar Prabowo-Gibran kembali memimpin Indonesia untuk periode kedua.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan dalam pembicaraan mengenai kemungkinan Prabowo dan Gibran kembali berpasangan pada Pilpres 2029.

Meski demikian, dalam pernyataan terbarunya, Jokowi memilih menekankan bahwa waktu pelaksanaan Pemilu 2029 masih cukup jauh.

Ia juga memastikan bahwa persoalan tersebut tidak dibahas secara khusus ketika bertemu Prabowo.

Sikap terbaru Jokowi itu pun kembali memunculkan perhatian terhadap arah komunikasi politik antara dirinya dan Presiden Prabowo, terutama terkait kemungkinan keberlanjutan kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Yunarto Wijaya Soroti Pernyataan Jokowi soal Cawapres Prabowo

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, turut menanggapi polemik mengenai pernyataan Jokowi tentang Pemilu 2029.

Menurut Yunarto, polemik tersebut tidak akan berkembang apabila Jokowi sebelumnya tidak terkesan lebih dahulu mengarahkan Gibran sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

Ia menilai, penentuan calon wakil presiden merupakan hak Prabowo sebagai pihak yang nantinya akan maju dalam kontestasi tersebut.

“Isu ini tidak akan jadi polemik kalau Jokowi tidak pernah seakan-akan mem-fait accompli calon wapres Prabowo di 2029, karena sudah disebutkan Prabowo-Gibran dan tidak ada satu partai pun yang berani fait accompli siapa calon wapres Prabowo di 2029,” ujar Yunarto.

Istilah fait accompli merujuk pada tindakan menempatkan pihak lain dalam situasi seolah-olah keputusan telah ditetapkan sehingga sulit untuk ditolak atau diubah.

Yunarto juga menilai pernyataan terbaru Jokowi mengenai Pemilu 2029 lebih sesuai dengan prinsip bahwa penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden merupakan hak pihak yang bersangkutan serta partai politik yang memiliki kewenangan dalam proses pencalonan.

“Karena itu memang hak sepenuhnya calon presiden, dalam hal ini Presiden, dan itu direvisi oleh Pak Jokowi.”

“Statement kali ini lebih tepat,” lanjut Yunarto.

Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan Yunarto terhadap pernyataan Jokowi, bukan konfirmasi bahwa telah terjadi perubahan dukungan politik.

Hingga kini, pernyataan Jokowi mengenai Pemilu 2029 menempatkan dua hal yang menjadi perhatian publik: dukungannya pada Januari 2026 agar Prabowo-Gibran menjabat dua periode dan pernyataan terbarunya bahwa Pemilu 2029 masih terlalu jauh untuk dibicarakan.

Perbedaan penekanan dalam kedua pernyataan itu menjadi bagian dari dinamika politik menjelang kontestasi nasional berikutnya.

Namun, pernyataan bahwa Pemilu 2029 masih jauh tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Jokowi telah menarik dukungannya terhadap Prabowo-Gibran.

Artikel terkait lainnya