Kasihan Banget! Gibran Sendirian Hadapi Badai Gugatan Ijazah: Cuma Dapat Dukungan dari PSI dan Pasukan Buzzer

DEMOCRAZY.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat ini menghadapi situasi yang cukup berat dalam situasi gugatan ijazah-nya di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dari situasi ini, salah satu jurnalis senior Hersebuno Arief menyoroti soal dukungan yang didapatkan oleh Wapres Gibran di situasinya saat ini.

Hersebuno menyebut saat ini Gibran disebutnya hanya mendapatkan dukungan dan pembelaan dari PSI, ayahnya Joko Widodo dan para buzzer.

“Selain Raja Juli bersama PSI dan Joko Widodo, Gibran itu sekarang ini hanya dibela oleh para buzzer-buzzernya,” kata Hersebuno dikutip dari Channal YouTube pribadinya, Kamis (1/10).

Ia pun memberikan himbauan soal para buzzer apalagi dari sisi politiknya itu sama sekali tidak memiliki arti

“Namun, secara hukum apalagi politik kalau buzzer yang ngoceh sana-sini tidak ada artinya,” tuturnya.

Nah, pertanyaan pun muncul dengan situasi yang dihadapi oleh Wapres Gibran ini membuat beberapa pihak justru memilih diam.

Termasuk yang memilih diam disini menurutnya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Partai Koalisi yang sampai saat ini belum bersuara di gugatan ini.

“Apa sesungguhnya yang terjadi sehingga Presiden Prabowo dan Partai Koalisi diam seribu bahasa,” jelasnya.

Pertanyakan Posisi Parpol

Sebelumnya, Dede Budhyarto mempertanyakan posisi dan respon dari para Partai Pengusung Prabowo-Gibran.

Ini disampaikan oleh Dede Budhyarto terkait situasi yang dihadapi oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka terkait gugatan.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Dede Budhyarto mengatakan para Partai pengusung ini sebelumnya butuh panggung, legitimasi hingga dukungan.

Di tengah situasi ini, para Partai pengusung yang sudah mendapatkan tempat terbaik justru memilih untuk duduk manis.

Saat ini, isu ijazah Wapres Gibran sedang panas dan dapat serangan hebat.

Justru para Partai pengusung ini justru diam saja di situasi ini.

“Dulu butuh panggung, butuh legitimasi, butuh dukungan all-out dari bapaknya.

Sekarang sudah duduk manis, kekuasaan sudah sah, kursi sudah hangat.

Isu ijazah wapres digoyang, semuanya tetiba bisu,,semuanya diam seolah olah kerjasama dgn bantet Cs,” tulis Dede Budhyarto dikutip Jumat (25/9) lalu.

“Wahai para Ketua partai pengusung kemana wajah kalian….hahhh?,” tuturnya.

Pilih Menunduk

Lebih jauh, ia mengatakan posisi saat ini para Partai mengusung yang memilih diam dan sama sekali tidak berani untuk buka suara.

Dede mengatakan para Partai pengusung ini memilih untuk diam karena takut posisinya terancam hingga jatah kekuasan yang goyah.

“Satu per satu menunduk bak kucing aer, tidak ada yg berani buka suara. Bukan karena tidak tahu, tapi karena takut posisi & jatah kekuasaan ikut goyah,” sebutnya.

Mantan Komisaris PT Pelni ini juga mengatakan dan menyindir prinsip dari Partai pengusung justru dipakai saat butuh setelah dapat memilih diam.

“Prinsip hnya dipakai saat masih butuh, setelah dapat, yg tinggal hnya diam & menikmati,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya