Jokowi Asyik Pamer KTA PSI, Politikus PDIP Lontarkan Sentiran Telak: Yang Diminta Disembunyikan, yang Tidak Diminta Dipamerkan!

Signature: txdtryUcXIdVjjEZ3Ck1sGbCvJB7HJx3WEqbhGA99qz2EqmTqQyJL0WAfciohXeP6aNzhRV5V/lcOZUQarMSiO5h1N85cseSNTSqa9t0TEJVWR5Ty6jgx6BrvVBZdZLLgQayOz9sDVEdSSSyuoq7fAjm02uBMX3SrCAnXyzpiDCEYXYXnAgwIY48oQNBMnJuIKYwhXlvzj8eYS1oMeHED1CPPTknQTzg3YkDyBTpVCnInJ4qYi9joxvXfetUxczO25KcvN1adLnojeYvK1/h4fs8Q1xNrUSnJl2Qiw3G2NOyi8lycDVzwOJEdmT1fzmBDIUpVE29bbNSx69QV2e9pM/OEZgTeZMBZYb6GTVdgXESBQZC5or+4f6Du5hokuy57ZDec/NDWowymjYRQCQJVu2Vh3ublBIku88gwiGZIbR4OZ55qUouMMY+CP4eiy2cuoL9JJzjNzqxej7JkJljO9ePhxO8AbulE04jqGChLFPRDNmmDJfZRvjyfIlXBl1yHzOVQvt3OPz/1UJ7Azsg9ZGxwUg4xcSw3Z2VkoCKoOZijkD8sBbxvZUJKACjU9o1+bQKIA8NjkhC3RwMyHMGXtMtl6pxkLVaspJkHenAt8rTU1yWR6n3hGNHW4eWxyxRi02H2t09Z1mGWPH29svDXMsocDHC9yFW+eYU89ALrU1TlA3mTiIk7VqjI9qGsWrXVKK/i2k9jM/HX4/IrYCN4eajY2+T9QOkH2Ov9pTk8eUdH897/B7pAKd//iHBk6UGuZ+vK2YuKvoaTTXEKvJFgDh05J8/gXhsKsBm6v5eyHzFp795hruAlVZ3cowAtVYvdMjvgxUjh8IrLhKPAqrXJyRhtqmEWIFvGr7pVfveq/FgHoxzWHswuy6iLZvk0iIRfG+9BUwVU3HkhfPTDiMeza82cff1VPK9pN0B52HahM2vUJmRhIHIAbPlmKX6fUmF1G1IpSX7DNsc7XSrtWVPE2TN5iOFvTj3yYqipUnmJzU=

DEMOCRAZY.ID – Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menyindir Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik ijazah dan kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sindiran itu disampaikan Guntur setelah Jokowi beberapa waktu lalu memperlihatkan KTA PSI kepada publik.

Menurut Guntur, sikap Jokowi tersebut kontras dengan responsnya ketika diminta menunjukkan ijazah yang menjadi bagian dari polemik hukum dan politik belakangan ini.

“Merasa Terhina Diminta Nunjukin Ijazah, tapi Merasa Heboh dan Keren Saat Nunjukin KTA, Siapa Dia?” ucapnya dilansir dari X pribadinya, Senin (28/9/2026).

Guntur kemudian membandingkan respons Jokowi ketika persoalan ijazah dipertanyakan dengan sikapnya saat menunjukkan KTA PSI.

Ia menilai terdapat perbedaan sikap dalam menyikapi dua hal tersebut.

“Ijazah ditanya, jawabnya “saya dihina, saya akan lawan“. KTA tidak ditanya, dipamerin “lihat nih, keren kan?” pdhal KTA setahun lalu, dipamerin seolah baru baru,” ucapnya lagi.

Menurut Guntur, polemik tersebut membuat publik mempertanyakan alasan Jokowi menunjukkan dokumen yang tidak sedang diminta, sementara dokumen yang menjadi perhatian justru menjadi perdebatan.

“Rakyat cuma bisa geleng-geleng kepala. Yg diminta disembunyikan, yg tidak diminta dipamerkan,” ungkapnya.

Guntur kemudian menutup pernyataannya dengan sindiran terhadap Jokowi.

Ia menyebut KTA PSI sebagai sesuatu yang bisa saja ditunjukkan ketika persoalan ijazah kembali dipertanyakan.

“Mungkin besok-besok, kalau ditanya ijazah, cukup tunjukkan KTA saja. Tapi buat yg dungu saja,” pungkas Guntur.

Artikel terkait lainnya