DEMOCRAZY.ID – Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM kembali dikaitkan dengan peta politik Pilpres 2029.
Kali ini, nama KDM muncul setelah ekonom dan pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu membagikan sebuah unggahan yang membahas kedekatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dengan Dedi Mulyadi.
Unggahan yang dibagikan Said Didu berasal dari akun X @LambeSahamjja pada Senin (21/9/2026).
Dalam narasinya, akun tersebut mengungkap adanya komunikasi Jokowi dan KDM.
Komunikasi tersebut dikaitkan dengan kemungkinan terbentuknya pasangan politik untuk menghadapi Pilpres 2029.
“Makin jelas Gibran-KDM,” tulis Said Didu saat membagikan postingan tersebut.
Akun @LambeSahamjja menyebutkan adanya isu bahwa Jokowi tengah mempertimbangkan KDM untuk dipasangkan dengan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2029 mendatang.
“Jokowi diisukan akan menggandeng KDM untuk dipasangkan dengan Gibran di Pilpres 2029,” demikian narasi yang dibagikan akun tersebut.
Terdapat beberapa poin yang diungkapkan yang mengarah kepada terciptanya calon pasangan capres dan cawapres.
Salah satunya adalah Jokowi disebut telah memantau kenaikan elektabilitas Dedi Mulyadi sejak awal 2026.
“Jokowi udah mantau elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari awal tahun,” ungkapnya.
Pemilik akun juga menyoroti bagaimana popularitas KDM bahkan lebih tinggi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Alasannya karena Dedi Mulyadi lagi populer di survei bahkan ngungguli Prabowo,” sebutnya.
Karena hal ini, komunikasi antara Jokowi dan KDM disebut-sebut semakin intens yang kemudian dikaitkan dengan kontestasi politik 2029 mendatang.
“Komunikasi Jokowi sama Dedi Mulyadi makin intens,” katanya lagi.
Makin jelas Gibran – KDM https://t.co/xbYJ0IoLYE
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 20, 2026
Di sisi lain, elektabilitas Dedi Mulyadi memang menunjukkan peningkatan dalam sejumlah survei yang dirilis pada 2026.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Juli 2026, misalnya, mencatat elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi semi-terbuka mencapai 35 persen.
Angka ini mengalami peningkatan dari 19,7 persen pada November 2025.
Pada periode yang sama, elektabilitas Prabowo tercatat turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen.
Sementara itu, survei Tempo Data Science yang dipublikasikan pada Agustus 2026 juga menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas sejumlah tokoh untuk Pilpres 2029.
Dalam survei tersebut, Dedi memperoleh 42 persen, disusul Prabowo dengan 15 persen dan Gibran dengan 6 persen.
Perkembangan tersebut membuat nama Dedi Mulyadi semakin sering masuk dalam pembicaraan mengenai kontestasi politik nasional 2029.