DEMOCRAZY.ID – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan (Menkeu) di kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026) mengejutkan banyak orang.
Adapun posisi Menkeu terbaru kini duduki oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Menteri Keuangan.
Purbaya Yudhi Sadewa ternyata masih menjalankan tugasnya pada Senin (14/9/2026), beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencopotannya dari jabatan Menteri Keuangan.
Purbaya sebelumnya memimpin rapat gabungan bersama DPD RI di DPR RI.
Rapat tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Saat rapat, Purbaya mengenakan batik biru dengan motif bunga dan ornamen putih.
Ia juga sempat ditemui Kompas.com sebelum kabar pencopotannya diumumkan.
Momen menarik terjadi ketika Purbaya menerima telepon dari seseorang yang disebutnya sebagai “Bapak”.
“Halo Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak,” kata Purbaya saat menerima telepon tersebut pada Senin (14/9/2026).
Usai menerima telepon, Purbaya terlihat beberapa kali membungkukkan badan.
Tidak lama kemudian, ia meninggalkan Gedung DPD.
Sebelum diganti, Purbaya sempat mengeluhkan berat badannya turun drastis selama menjabat sebagai bendahara negara.
Purbaya diketahui mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, artinya sudah setahun lebih tujuh hari eks Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut menjadi pembantu Presiden Prabowo.
Dia mengaku, beban pekerjaan sebagai bendahara negara cukup berat hingga berdampak ke berat badannya.
“Kalau lihat berat badan saya kan pas jadi Menteri saya 102 kilogram, sekarang 97-98 Kg sudah recover. Sebelumnya turun sampai 88 Kg. Berarti kerjanya emang berat ya di Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya beberapa Waktu lalu melansir Tribunnews.com.
Purbaya memang beberapa kali diketahui mengalami kondisi yang kurang fit.
Pada medio Juli 2026 lalu, pria lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat tersebut tepergok sedang berada di sebuah desa di Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Eks Direktur Utama Danareksa tersebut ternyata mendatangi tempat pengobatan alternatif milik Pak Totok yang cukup dikenal masyarakat.
Menurut Sri salah seorang warga sekitar, kedatangan pejabat negara ke tempat pengobatan alternatif tersebut bukan kali pertama terjadi.
Sri menjelaskan, tempat pengobatan alternatif milik Pak Totok dikenal masyarakat karena menangani berbagai keluhan kesehatan, meski pasien yang datang paling banyak mengalami gangguan saraf.
Purbaya pada April 2026 juga sempat mengeluhkan sakit pinggang.
Bahkan, pria kelahiran Bogor, Jawa Barat 62 tahun lalu itu menyebut baru saja mendapat suntikan di delapan titik agar tetap bisa berdiri dan menjalankan aktivitas.
Purbaya sempat terlihat oleng saat berdiri dari kursinya usai sesi acara.
Tubuhnya tampak sedikit sempoyongan sebelum kemudian berpegangan pada salah satu anak buah di dekatnya.
Saat berjalan meninggalkan lokasi, langkahnya juga terlihat agak pincang dan ia harus dibantu ajudannya.
“Sampai sekarang sakit juga. Ini sakit pinggang. Ini disuntik kemarin delapan titik. Kalau enggak, enggak bisa saya berdiri begini,” ujar Purbaya
EKs Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman itu juga sempat masuk rumah sakit pada bulan Mei 2026 lalu.
Ia juga menanggapi isu mengenai kadar gula darahnya yang disebut sempat tinggi hingga mencapai 600 mg/dl.
Meski demikian, Purbaya memastikan kondisinya kini telah pulih.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke rumah sakit tersebut hanya merupakan bagian dari pemeriksaan rutin.
“Iya (masuk rumah sakit), tapi keluar lagi. Ya kan biasalah (pemeriksaan rutin),” kata Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kadar gula darahnya kini telah kembali normal di level 118 mg/dL.
Selain itu, keluhan pada area pinggang yang sempat dirasakan juga berangsur membaik.