Bungkam Kritik Lewat Ancaman! Pihak Sekolah Dilarang Bicara ke Media Usai Porsi MBG Dinilai Tidak Layak

DEMOCRAZY.ID – Persoalan makan bergizi gratis alias MBG di Indonesia tengah jadi sorotan seiring banyaknya temuan kasus dugaan keracunan.

Permasalahan makan untuk anak-anak di sekolah juga ditemukan di Vietnam baru-baru ini.

Pihak sekolah bahkan diminta untuk tidak bicara ke media.

Di Vietnam, program ini tidak disebut dengan istilah MBG, melainkan dikenal dengan nama School Meal Project atau Bua an hc ong (Program Makanan Sekolah).

Dikutip dari laporan Tuoitre, Kamis (10/9/2026), masalah menu makanan untuk anak-anak terjdi di sebuah taman kanak-kanak di Provinsi Khanh Hoa, Vietnam, mencuat setelah foto porsi makan yang dinilai terlalu sedikit beredar di media sosial.

Kasus tersebut terjadi di TK swasta Sen Hong, Desa Dien Dien.

Foto yang beredar memperlihatkan porsi makanan dengan jumlah daging dan telur yang disebut sangat minim.

Dalam salah satu foto, menu banh canh berisi daging cincang dan telur puyuh terlihat didominasi mi, tanpa lauk pendamping dalam jumlah berarti.

Menu lain seperti nasi ayam goreng mentega bawang putih dan bakso daging juga disebut memiliki porsi yang sangat sedikit.

Dinas Pendidikan Turun Tangan

Dinas Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Khanh Hoa menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memeriksa laporan terkait makanan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah tersebut.

Pemeriksaan dilakukan setelah informasi dan foto mengenai kualitas makanan menyebar luas di media sosial.

Menurut pejabat Dinas Pendidikan dan Pelatihan Khanh Hoa, penyediaan makanan bagi anak-anak di taman kanak-kanak swasta harus mengikuti ketentuan dan standar yang berlaku.

Tim dari Pemerintah Desa Dien Dien kemudian melakukan verifikasi langsung dan membuat berita acara pemeriksaan di TK Sen Hong.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim menilai kualitas gizi makanan yang diberikan kepada anak-anak belum memenuhi standar yang seharusnya.

Sekolah Bantah dan Soroti Mantan Guru

Perwakilan TK Sen Hong, Nguyen Quang Dung, memiliki penjelasan berbeda mengenai foto yang beredar.

Pihak sekolah menduga foto tersebut dibuat oleh seorang guru kontrak yang telah berhenti bekerja.

Guru tersebut diduga mengambil sendiri nasi dan lauk dalam jumlah tertentu ke dalam mangkuk sebelum memotretnya dan mengunggahnya ke media sosial.

Sekolah menduga tindakan tersebut dilakukan untuk mencemarkan nama baik lembaga pendidikan tersebut.

Namun, dugaan tersebut masih merupakan klaim dari pihak sekolah dan belum mendapat konfirmasi independen.

Sekolah Klaim Diminta Tak Bicara kepada Media

Ketika wartawan kembali menghubungi Nguyen Quang Dung untuk meminta penjelasan mengenai dugaan tersebut, ia mengatakan pihak sekolah tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut.

Dung mengklaim pimpinan Komite Rakyat Desa Dien Dien dan kepolisian setempat meminta pihak sekolah tidak memberikan informasi tambahan kepada media terkait kasus tersebut.

Untuk memperoleh keterangan dari pemerintah setempat, wartawan menghubungi Phan Van Tri, Ketua Komite Rakyat Desa Dien Dien.

Namun, hingga laporan tersebut dibuat, belum ada tanggapan dari pejabat tersebut.

Artikel terkait lainnya