DEMOCRAZY.ID – Program Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman (PM POSHAN) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme merupakan program pemerintah India yang menyediakan makanan panas dan bergizi secara gratis bagi anak-anak di sekolah.
Program MBG ala India ini dirancang untuk memperbaiki status gizi anak sekaligus meningkatkan kehadiran dan konsentrasi mereka di sekolah.
Pemerintah India menyebut PM POSHAN mencakup sekitar 118 juta anak di sekitar 1,12 juta sekolah.
Namun, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pelaksanaan program tersebut kembali dibayangi persoalan keamanan makanan hingga temuan kasus meninggalnya satu orang siswa usai menyantap MBG ala India.
Sejumlah siswa di berbagai negara bagian India jatuh sakit setelah menyantap makanan sekolah, sementara di beberapa tempat pemerintah harus melakukan pemeriksaan, menindak petugas hingga memperketat pengawasan.
Pada awal tahun 2026, sejumlah daerah India dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan PM POSHAN.
Pada Februari, misalnya, 15 siswa di sebuah sekolah berasrama di Kachurwahi, Maharashtra, jatuh sakit setelah menyantap makan siang.
Dikutip dari Times of India, para siswa mengalami muntah setelah mengonsumsi menu yang terdiri atas dal, nasi, sayuran dan chapati.
Masalah menjadi jauh lebih serius pada April 2026 ketika lebih dari 100 siswa di sebuah sekolah berasrama pemerintah di Odisha jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan.
Seorang siswa berusia 12 tahun kemudian meninggal.
Laporan Hindustan Times menyebut pemerintah negara bagian langsung melakukan penyelidikan, apakah makanan yang dikonsumsi siswa berkaitan dengan kematian tersebut.
Namun sampai saat ini laporan tersebut belum diungkap pihak pemerintah negara bagian.
Baca JugaView this post on Instagram
Persoalan yang lebih mengkhawatirkan kembali muncul di Bihar pada Mei.
Lebih dari 150 siswa di sebuah sekolah pemerintah di distrik Saharsa dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan Mid-Day Meal.
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah anak ular ditemukan di dalam makanan yang disiapkan untuk para siswa.
Dikutip dari Times of India, keberadaan anak ular dalam makanan mendorong pemerintah distrik melakukan penyelidikan terhadap fasilitas yang memasok makanan sekolah.
Masalah kembali mencuat pada Agustus di Nalanda, Bihar.
Pada 18 Agustus 2026, lebih dari dua lusin siswa di Parasi Middle School jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan siang.
Times of India, mengutip laporan PTI, menyebut makanan yang disajikan berupa nasi kedelai dan diduga tercampur deterjen karena wadah garam dan deterjen berada berdekatan di dapur.
Sebanyak 34 anak kemudian mendapat perawatan di Biharsharif Sadar Hospital.
Pejabat kesehatan setempat menyatakan kondisi mereka tidak membahayakan nyawa.
Dikutip dari Times of India, Menteri Pendidikan Bihar Mithilesh Tiwari memerintahkan pendaftaran FIR terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Kepala sekolah Shailendra Kumar Singh kemudian diskors, sedangkan tiga juru masak dibebastugaskan.
Pada 20 Agustus, 26 siswa kelas VI di sebuah sekolah perempuan di Bemetara, Chhattisgarh, juga harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi makanan Mid-Day Meal.
Menurut Times of India, para siswa mencium bau kimia yang kuat dari makanan.
Sebanyak 26 siswa yang sudah sempat mengonsumsi makanan kemudian dibawa ke rumah sakit, sementara sekolah menghentikan distribusi makanan tersebut.
Lalu pada pada 24 Agustus, sedikitnya 27 siswa di Government Upper Primary School, Poonia Devli, Kota, Rajasthan, mengalami mual, muntah, sakit perut dan pusing setelah menyantap makanan Mid-Day Meal.
Dikutip dari Times of India, 21 siswa dengan gejala lebih berat dibawa ke rumah sakit.
Dari sekitar 130 siswa yang terdaftar, 110 siswa hadir ketika makanan dibagikan.
Masalah keamanan makanan bahkan menjadi perhatian di tingkat pemerintahan pusat.
Pada Agustus 2026, Perdana Menteri Narendra Modi meminta para menteri mengunjungi sekolah pemerintah di daerah pemilihan mereka untuk melihat langsung kondisi fasilitas yang diterima anak-anak, termasuk kualitas makanan Mid-Day Meal.
Dikutip dari Times of India, arahan tersebut disampaikan dalam rapat Kabinet dan mencakup pemeriksaan terhadap fasilitas sekolah serta makanan yang diberikan kepada siswa.