Bikin Malu Pemerintah! Ahli Iklim BRIN Kuliahi Menhut Gegara Sebut Asap Tak Punya KTP

DEMOCRAZY.ID – Ahli Iklim dan Cuaca Ekstrem Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Erma Yulihastin menimpali pernyataan Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, bahwa asap tak punya KTP.

“Arah angin bukanlah kebetulan,” kata Erma dikutip dari unggahannya di X, Rabu (2/8/2026).

Erma menjelaskan, angin monsun Indonesia dipengaruhi oleh angin monsun.

Angin monsun adalah angin yang bertiup seragam di permukaan hingga yang terkuat pada ketinggian sekitar 1,5 km.

“Arah angin monsun dari tenggara ketika musim kemarau (Mei-Oktober),” jelasnya.

Sebaliknya, angin monsun dari utara atau barat laut selama musim hujan (November-April).

“Ini adalah pola klimatologis (pola rata-rata selama 30 tahun),” ujarnya.

Kalaupun ada anomali, menurutnya itu karena ada gangguan cuaca skala besar, sehingga mengganggu atau melemahkan angin monsun.

Namun biasanya terjadi secara singkat dalam orde jam-harian.

“Jadi, arah angin dari selatan atau tenggara itu adalah angin monsun, dan bukan sebuah kebetulan (tolong hindari kata kebetulan yang seolah acak dan tidak punya basis data atau ilmiah),” jelasnya.

Menurut Erma, angin yang kini bertiup di Indonesia menunjukkan pola angin musim kemarau yang seragam atau homogen berasal dari tenggara atau selatan.

“Pathway-nya angin monsun ini berarti menuju ke: Malaysia, dan lanjut ke utara yaitu Filipina,” imbuhnya.

Setiap musim kemarau, asap dari Indonesia sudah bisa dipastikan menuju ke utara.

Bukan arah sebaliknya.

“Kecuali asap karhutlanya terjadi pada musim hujan, maka jika ada asap Karhutla di Malaysia (jika ada) bakal ditransfer menuju Indonesia,” terang Erma.

Karenanya, Erma menyebut Indonesia berpotensi besar mentransfer asap ke negara-negara tetangga di utara setiap musim kemarau.

“Itu sudah bisa dipastikan (ada atau tidak ada El Niño), sebab dipengaruhi oleh angin monsun tenggara,” pungkas Erma.

👇

Asap Tak Punya KTP

Sebelumnya, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa karhutla tidak hanya terjadi di Indonesia.

Dia menyebut kebakaran juga terjadi di Sarawak.

“Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Sarawak itu juga terjadi kebakaran hutan. Cuma ini arah angin kebetulan, kebetulan sekali. Asap nggak ada KTP-nya, gitu,” kata Raja Juli.

Menurut Raja Juli, arah angin turut menentukan ke mana asap akibat kebakaran bergerak.

Dia menyebut asap dari kebakaran di wilayah tertentu bisa masuk ke Indonesia apabila terbawa angin.

“Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya di sini, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya,” jelasnya.

Raja Juli menegaskan pemerintah tetap akan berupaya maksimal untuk mencegah karhutla yang telah memberikan dampak negatif kepada negara tetangga.

“Jadi kita tetap akan berjuang. Semaksimal mungkin kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita,” ungkapnya.

“Tetapi perintah presiden, apa yang kita kerjakan hari ke hari, TNI, Polri, Manggala Agni ini untuk melindungi masyarakat kita, masyarakat Indonesia,” tandas Sekjen PSI tersebut.

👇👇

Artikel terkait lainnya