DEMOCRAZY.ID – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Provinsi Riau.
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan asap di Riau merupakan dampak karhutla di provinsi tetangga, yaitu Jambi.
Hal itu dikatakan Jumhur saat melakukan peninjauan karhutla di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
“Dari citra satelit, angin itu dari Jambi (mengarah ke Riau). Jadi, asap-asap itu kiriman dari Jambi,” kata Jumhur.
Jumhur menyebut, titik api karhutla meningkat sejak dua hari terakhir.
Jumlah titik api di Indonesia saat ini mencapai 3.800 titik yang tersebar dari Sumatera dan Kalimantan.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia mulai berdampak hingga Malaysia. Wilayah Sarawak turut merasakan kabut asap hingga ratusan sekolah di wilayah Serawak ditutup sementara oleh Pemerintah Malaysia. Di tengah kondisi kemarau panjang yang… pic.twitter.com/CzvwUR2bF0
— sosmed keras (@sosmedkeras) August 21, 2026
Sementara itu, Jumhur menyampaikan bahwa Kementerian LH akan mengeluarkan surat edaran apabila kondisi asap di daerah terdampak melebihi ambang batas tertentu, maka sekolah diliburkan.
“Menteri LH mengeluarkan surat edaran, mungkin hari ini, apabila pada ambang batas tertentu, itu tidak boleh sekolah. Nanti kami lihat ambang batasnya berapa, maka sekolah wajib meliburkan (siswa). Karena itu sudah ada normanya gitu. Jadi, kalau sudah melewati ambang batas, tapi sekolah dihajar juga, itu bahaya buat anak-anak,” sebut Jumhur.
Sementara untuk di wilayah Riau, kata Jumhur, kualitas udaranya masih baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Untuk diketahui, sejumlah daerah di Riau masih dilanda karhutla, yang mayoritas lahan gambut, di antaranya adalah Kabupaten Pelalawan dan Kampar.
AKHIRNYA ATMIN DATANG LANGSUNG MEMIMPIN PENANGAN KARHUTLA DI KALIMANTAN BARAT pic.twitter.com/c8pblt2iUS
— txtdrimedia (@txtdrimedia) August 22, 2026
Di Kabupaten Pelalawan, luas lahan gambut yang terbakar mencapai ratusan hektar, terdapat di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan.
Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api dan pendinginan.
Sementara di Kampar, titik api berada cukup luas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang.
Luas lahan yang terbakar di sini bertambah menjadi sekitar 10 hektar, dari sebelumnya 8,8 hektar.
Meski api di permukaan lahan telah padam, tetapi asapnya sangat banyak hingga berdampak ke permukiman warga di sekitarnya.
Warga juga sudah merasakan dampak ke kesehatan, seperti batuk, sesak napas, dan mata perih.