VIRAL! Camat di NTT Ngamuk ke Petugas BNPB, Bantuan Sedikit Harus Dibagi ke Banyak Warga

DEMOCRAZY.ID – Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat marah kepada petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di posko pengungsian viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di posko logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) pagi.

Dalam video berdurasi sekitar 6 menit 15 detik itu, Agustinus menyampaikan keberatannya terkait distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa Flores.

Ia mengaku kesulitan membagi bantuan yang tersedia kepada warga yang jumlahnya mencapai lebih dari 21 ribu orang.

“Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” ujar Agustinus dalam video tersebut.

Agustinus menjelaskan, bantuan yang tersedia harus dibagikan kepada sekitar 21.171 warga yang tersebar di 11 desa.

Kondisi tersebut membuat proses distribusi harus dilakukan dengan perhitungan agar bantuan dapat diterima masyarakat secara merata.

“Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya,” katanya.

Perdebatan kemudian berlanjut ketika petugas BNPB berupaya menenangkan Agustinus dan meminta persoalan tersebut dibicarakan dengan baik.

Agustinus lantas meminta petugas melihat langsung jumlah bantuan yang tersedia di posko.

“Ini Pak punya bantuan? Ini Pak? 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak, ke sini lihat,” ucapnya.

Agustinus menegaskan dirinya tidak menolak bantuan yang diberikan pemerintah.

Ia hanya mempersoalkan kondisi di lapangan dan jumlah bantuan yang harus dibagikan kepada warga di 11 desa.

Ia juga keberatan dengan pernyataan bahwa bantuan dalam jumlah banyak telah masuk ke wilayah tersebut.

Menurutnya, informasi mengenai bantuan harus disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya di posko.

“Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan,” kata Agustinus.

Dalam rekaman tersebut, Agustinus kemudian membanting sebuah paket bantuan yang berada di dalam plastik putih.

Ia kembali menjelaskan persoalan yang dihadapinya dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, jumlah bantuan yang tersedia harus dibagi kepada warga dalam jumlah besar.

“Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong,” ujarnya.

Selain soal jumlah bantuan, Agustinus juga mempersoalkan administrasi penyaluran logistik.

Ia mengaku keberatan ketika diminta menandatangani berita acara serah terima barang karena menurutnya jumlah bantuan secara fisik tidak sesuai dengan data dalam dokumen.

Karena persoalan tersebut, Agustinus memilih tidak menandatangani berita acara dan meminta dilakukan pengecekan langsung terhadap bantuan yang tersedia di lokasi.

Ia memastikan bantuan yang diterima akan dicatat dan disalurkan kepada masyarakat di 11 desa secara transparan.

Sejumlah warga yang berada di lokasi dalam video juga terlihat memberikan dukungan kepada Agustinus.

Salah seorang warga bahkan meminta para kepala desa datang langsung untuk melihat kondisi distribusi bantuan.

“Kasihan, Pak Camat yang atur setengah mati di sini,” ujar warga tersebut.

πŸ‘‡πŸ‘‡

Artikel terkait lainnya